Aktivitas menyimpan dana secara disiplin dinilai mampu menjadi parameter penting bagi perbankan.
JAKARTA – Kalangan pemuda saat ini memperoleh solusi baru guna menghimpun uang muka atau down payment (DP) hunian lewat skema simpanan terpadu yang terhubung langsung pada fasilitas kredit perumahan. Fasilitas perbankan ini memfasilitasi para peminat properti guna menyisihkan modal secara bertingkat seraya melengkapi seluruh kriteria permohonan kredit pemilikan rumah (KPR).
Perum Perumnas berkolaborasi bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara resmi menghadirkan skema bertajuk Nabung DP pada ajang Festival Hunian Pemuda bertempat di Pasaraya Blok M, Jakarta. Inisiatif strategis ini dipersiapkan guna mendampingi publik, terutama kelompok generasi muda, agar menumbuhkan kebiasaan mengalokasikan simpanan sebelum merealisasikan pembelian tempat tinggal perdana mereka.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan menegaskan bahwa urusan kepemilikan aset properti memerlukan perhitungan anggaran yang sungguh-sungguh matang. Bukan semata-mata mengumpulkan dana awal, para calon konsumen wajib mengukur kesanggupan mencicil angsuran bulanan serta mencukupi ketentuan pembiayaan dari pihak pemberi pinjaman.
“Kami memahami tantangan masyarakat dalam memiliki rumah tidak hanya terletak pada kebutuhan mengumpulkan uang muka, tetapi juga kemampuan memenuhi cicilan dan persyaratan persetujuan KPR dari perbankan,” ucap Imelda dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Dipaparkan oleh Imelda, terobosan Nabung DP ini memacu calon debitur menyisihkan sebagian pemasukan berkala demi pemenuhan uang muka pembelian tempat tinggal. Perilaku menabung yang konsisten tersebut sekaligus dapat menjadi indikator pertimbangan institusi perbankan untuk menakar kapabilitas finansial calon debitur sewaktu memproses berkas KPR.
Imelda memaparkan bahwa masyarakat dapat menyetor tabungan sembari menanti tahapan konstruksi properti idaman rampung didirikan. Simpanan yang terkumpul dipastikan tetap tercatat atas identitas individu bersangkutan serta dapat dialokasikan guna meringankan pembiayaan tempat tinggal seturut aturan sah.
“Dana tabungan tersebut tetap atas nama pribadi sehingga kepemilikannya jelas dan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi beban pembiayaan hunian, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” sambung Imelda.
Imelda menilai rancangan finansial sejak masa muda bakal mempermudah generasi penerus mengenali alur transaksi hunian serta beragam opsi fasilitas kredit yang dapat diakses. Lewat program ini, masyarakat pembeli diharapkan mampu menyusun agenda memiliki aset papan secara kian terencana.
“Melalui inisiatif ini, generasi muda diharapkan dapat mulai membangun kesiapan finansial sejak dini, sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses pembelian hunian dan pilihan pembiayaan yang tersedia,” ujar Imelda.
Bukan cuma meluncurkan mekanisme Nabung DP, perhelatan Festival Hunian Pemuda turut menyajikan pameran perumahan yang memamerkan sederet portofolio garapan Perumnas. Pengunjung berkesempatan menggali keterangan perihal letak proyek, variasi unit, serta beragam paket promo menarik sepanjang festival berjalan.
Perumnas pun menyediakan sarana konsultasi tanpa biaya seputar pemanfaatan KPR BTN bagi pembelian unit hunian binaannya. Melalui fasilitas konsultasi cuma-cuma itu, calon konsumen dapat memahami alternatif pendanaan, kelengkapan syarat aplikasi kredit, maupun rangkaian prosedur wajib menjelang transaksi properti.
Imelda menegaskan bahwa kolaborasi bersama perbankan menjadi langkah nyata memperluas jangkauan warga terhadap fasilitas pembiayaan perumahan terjangkau. Perumnas turut berfokus meningkatkan kecakapan generasi muda terkait tata kelola finansial dan tahapan pembelian aset.
“Melalui penyelenggaraan Festival Hunian Pemuda, Perumnas berharap dapat meningkatkan literasi kepemilikan hunian di kalangan generasi muda sekaligus memperluas jangkauan masyarakat terhadap produk dan layanan perumahan,” kata Imelda.







