Indonesia Kurangi Pasokan Gas Pipa, Begini Tanggapan Otoritas Energi Singapura

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Energy Market Authority (EMA) Singapura memberikan tanggapan resmi mengenai langkah Indonesia yang menyusutkan volume ekspor gas bumi ke negara tersebut. EMA menilai penyusutan aliran gas dari Indonesia itu cuma mencakup sekitar dua persen dari total konsumsi harian di Negeri Singa.

Mengutip laporan CNA, juru bicara EMA mengungkapkan saat menjawab pertanyaan awak media bahwa total pemotongan pasokan tersebut menyentuh angka 31 juta kaki kubik standar per hari (bbtud).

banner 468x60

"Angka tersebut berada di bawah dua persen dari seluruh kebutuhan gas harian kami yang menembus lebih dari 1.000 bbtud," tuturnya, sembari menegaskan pihak regulator memahami para importir berpeluang mengambil setiap langkah hukum yang tercantum dalam kontrak atas gangguan suplai energi tersebut.

EMA turut mengumumkan kesiapan rencana kontinjensi guna menghadapi penurunan itu. Pihaknya menerangkan, sepanjang beberapa bulan belakangan, pasokan gas sempat turun berkisar 20 bbtud hingga 100 bbtud akibat aktivitas perawatan terencana ataupun perbaikan darurat.

"Seluruh penurunan pasokan itu berhasil digantikan oleh sumber energi lain secara lancar. Singapore GasCo berada dalam kondisi siap operasi untuk mendatangkan lebih banyak pasokan gas alam cair sewaktu-waktu," terang EMA.

"Di luar pasokan asal Indonesia, Singapura tetap mendatangkan gas alam dari bermacam-macam penjuru dunia," imbuh lembaga tersebut.

"Setiap entitas pembangkit listrik diwajibkan mengamankan cadangan bahan bakar secara memadai, termasuk stok minyak solar. Karena itu, ketersediaan energi kami tetap mencukupi untuk menopang kebutuhan domestik," kata perwakilan EMA.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) secara resmi menyunat aliran ekspor gas bumi asal Indonesia menuju Singapura mulai Sabtu (24/10/2026). Pengurangan distribusi gas pipa ini menyasar dua sumber pengiriman utama di area Natuna serta Sumatra.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan kebijakan pemangkasan suplai gas ke Singapura tersebut meliputi kuota dari perairan Natuna sebanyak 15 BBTUD dan dari kawasan Sumatra sejumlah 16 BBTUD. Ketetapan ini menandakan total ekspor gas ke Singapura disunat 31 BBTUD.

"Mulai besok (Sabtu, 23/10/2026, hari ini), kita kurangi (ekspor) gas ke Singapura dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatra 16 BBTUD," jelas Djoko kala dijumpai di sela-sela agenda Subroto Awards 2026 Kementerian ESDM di The Westin, Jakarta, Jumat (23/10/2926) malam.

banner 336x280