Menteri ESDM yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka operasional Fasilitas Produksi Lapangan Maha – South serta serah terima Sumur Gas Jangkrik North East (JNE) #6 di wilayah Kalimantan Timur.
Ketika acara peresmian berlangsung, apresiasi tinggi dilayangkan Bahlil kepada Searah, entitas kemitraan patungan atau joint venture (JV) bentukan Eni bersama Petronas selaku pengelola dua proyek strategis tersebut.
"Searah ini adalah perusahaan awalnya ini punya ENI. Kemudian mereka melakukan JV dengan Petronas dalam melakukan pengembangan, eksplorasi, maupun meningkatkan produksi di ladang-ladang Indonesia," ungkap Bahlil dalam seremoni daring via kanal YouTube Kementerian ESDM, Kamis (22/10).
Pekerjaan pengeboran cabang baru atau side-tracking di sumur JNE#6 berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang sangat nyata terhitung mulai 9 Oktober 2026.
Laju alir gas bumi terbukti melesat melebihi lima kali lipat, berpindah dari posisi awal 10 MMSCFD ke angka 56 MMSCFD. Capaian positif ini seketika mempertebal cadangan gas awal di tempat atau Gas In-Place (GIIP) hingga menyentuh kisaran 100 BCF.
Bahlil mengungkapkan terdapat tambahan volume sebesar 60 MMSCFD digabung pasokan dari Blok Maha sebanyak 230 MMSCFD, menghasilkan akumulasi baru mendekati angka 290 MMSCFD.
"Dengan demikian, produksi existing mereka yang saat ini sebesar 450 MMSCFD ditambah 290 MMSCFD, maka pada 1 November mendatang sudah bisa mencapai 750 MMSCFD," terang Bahlil.
Tambahan pasokan ini dinilai Bahlil sangat mendesak guna mendongkrak capaian rerata lifting migas nasional yang kini masih stagnan berkisar pada level 600 ribu barel per hari.
Perkembangan ini mendukung misi besar Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan lonjakan lifting menuju kisaran 900 ribu sampai 1 juta barel tiap hari selama rentang 2029-2030.
"Target dari Bapak Presiden untuk mencapai 900 ribu barel sampai dengan 1 juta barel di tahun 2029-2030, salah satu kontribusinya adalah dari Eni di Kalimantan," tutur Bahlil.
Menteri ESDM memungkasi keterangannya dengan menyebut sarana produksi Lapangan Maha yang memakan dana US$891 juta bakal beroperasi resmi pada penghujung Oktober 2026.








