Kemitraan Indonesia-China Bangun PLTS 90 MWp dan Baterai 40 MWh di Sulteng

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Kolaborasi antara korporasi Indonesia dan China terbentuk guna mengembangkan energi surya demi memenuhi pasokan daya kawasan industri Sulawesi Tengah. Kesepakatan strategis ini meliputi pendirian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berdaya 90 megawatt-peak (MWp) beserta sistem penyimpanan baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh).

Berdasarkan warta Xinhua, Kamis (22/10/2026), PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) berpartner dengan entitas asal China, GEM Co., Ltd. Kolaborasi tersebut dimatangkan lewat penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) antara Dayabumi Energi bersama International Green Industrial Park (IGIP), serta Dayabumi Energi dengan PT QMB New Energy Materials Indonesia pada hari Selasa.

banner 468x60

Chairman GEM Group Prof. Xu Kaihua menyatakan bahwa otoritas Indonesia saat ini sedang gencar menggenjot program energi terbarukan 100 gigawatt (GW). Menurut Xu, seremoni ini menjadi aksi konkret korporasi kedua negara dalam merealisasikan agenda strategis nasional tersebut.

"Melalui kolaborasi dengan Dayabumi Energi, kami ingin memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih rendah karbon," kata Xu.

Kawasan IGIP yang dikomandoi GEM disiapkan membentang seluas 1.500 hektare bermodal estimasi investasi menembus US$10 miliar (Rp180,06 triliun). Realisasi pakta energi hijau ini menandakan arah nol karbon IGIP kini melangkah menuju pembangunan bersama mitra lokal Indonesia.

Sementara itu, QMB sudah menjalankan aktivitas bisnisnya selama empat tahun di tanah air. Perseroan menilai pasokan energi bersih bakal memegang peranan krusial untuk menekan beban biaya operasional di masa depan.

banner 336x280