Pemerintah Rancang Kopdes Merah Putih di Papua Jadi Sentra Penyaluran Bansos dan Pupuk Bersubsidi

Posted on
banner 336x280

Lembaga koperasi desa di wilayah Papua dirancang untuk memfasilitasi persewaan sarana pertanian sekaligus menyerap komoditas panen masyarakat setempat.

Pemerintah pusat tengah mempersiapkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) guna dijadikan pusat penyaluran bantuan sosial, alokasi pupuk bersubsidi, serta pasokan bahan pokok untuk warga Papua. Melalui sistem ini, unit koperasi tidak sekadar menjalankan transaksi perniagaan biasa, melainkan turut mengalirkan beragam bantuan program negara dan menampung hasil bumi pertanian maupun tangkapan nelayan.

banner 468x60

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa peningkatan peran koperasi sangat krusial guna mempercepat akses warga terhadap layanan perekonomian. Pihak kementerian berniat menyatukan alur distribusi logistik pangan, santunan tunai, pupuk subsidi, sarana mesin pertanian (alsintan), hingga tabung gas elpiji 3 kilogram lewat wadah koperasi terpadu tersebut.

“Koperasi ini dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi akan menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” tutur Zulkifli saat mengikuti pertemuan koordinasi bersama jajaran Pemprov Papua di Kantor Gubernur Papua pada awal pekan, merujuk rilis resmi pada Ahad (11/10/2026).

Di samping membagikan stimulus bantuan, KDMP juga memfasilitasi peminjaman alsintan bagi para penggarap lahan. Skema peminjaman ini memberi kemudahan warga dalam memanfaatkan sarana mekanisasi modern tanpa mesti membeli langsung, sementara kas koperasi mendapat pemasukan dari jasa sewa.

“Alsintan nantinya ditempatkan di koperasi. Siapa pun yang membutuhkan dapat menggunakannya dengan sistem sewa. Dari situ koperasi juga memperoleh pendapatan,” terang Zulkifli menambahkan.

Guna memperlancar mobilisasi muatan, pemerintah merancang alokasi satu unit armada truk operasional bagi masing-masing KDMP. Sarana transportasi angkutan ini disiapkan guna menopang mobilitas logistik dan kegiatan perniagaan lembaga ekonomi desa tersebut secara optimal.

Di tempat terpisah, pengerjaan sarana fisik KDMP di kawasan Papua Tengah memperlihatkan laju positif. Sekitar enam unit gerai fisik koperasi tuntas dikerjakan, mencakup empat lokasi di wilayah Kabupaten Nabire dan dua gerai di area Kabupaten Mimika.

Kepala Seksi Teritorial Korem 173/PVB Fajar Wibawa Angkasa memaparkan bahwa pendirian gerai pada dua wilayah kabupaten itu terus berjalan. Pada teritori Nabire, sebanyak tiga titik bangunan lain sudah menembus progres konstruksi di atas 95 persen.

“KDMP yang sudah selesai pembangunannya ada empat titik di Kabupaten Nabire dan dua titik di Kabupaten Mimika,” ungkap Fajar menjelaskan situasi lapangan.

Untuk area Mimika, target pembangunan dua unit outlet telah selesai seratus persen. Sementara kelanjutan pengembangan gerai di Nabire masih berlangsung intensif pada titik-titik proyek yang mendekati penyelesaian fisik.

Komandan Kodim 1705/Nabire Dwi Palwanto Tirta Mentari menerangkan bahwa berjalannya koperasi bakal diiringi pelatihan intensif bagi para pengelola. Bimbingan tersebut meliputi tata kelola pembukuan administrasi, rantai pasokan bahan, serta strategi pemasaran agar operasional usaha mampu berkembang langgeng mandiri.

Melalui penguatan kelembagaan tersebut, negara menargetkan KDMP mampu memperluas daya serap hasil bumi warga sekaligus melancarkan perputaran bantuan pangan dan sembako. Namun, penjelasan resmi terkait belum membeberkan jadwal pasti peresmian gerai maupun realisasi pembagian bantuan sosial di Papua.

Kopdes Merah Putih di Papua Disiapkan Jadi Pusat Distribusi Bansos dan Pupuk

DDMF Dorong Transisi Energi agar RI Naik Kelas

Golkar Siapkan Mesin Partai hingga Akar Rumput untuk Pemilu 2029

Akademisi Apresiasi Pemerintah Dorong Hilirisasi Bernilai Tambah

Tiran Nusantara Grup dan Conch Kerja Sama Investasi Rp10 Triliun

banner 336x280