Aksi Tuntut Mundur Kepala Pemilu India Ricuh, Puluhan Politisi dan Aktivis Ditangkap

Posted on
banner 336x280

Aparat kepolisian India membekuk puluhan aktivis dan tokoh oposisi di New Delhi ketika menggelar unjuk rasa yang mendesak mundurnya pimpinan komisi pemilu setempat.

Gelombang penangkapan massal terhadap puluhan massa serta pimpinan opisisi berlangsung di New Delhi, India, Sabtu (10/10/2026). Langkah penertiban ini diiringi pengerahan ribuan personel pengamanan serta pengetatan mobilitas, termasuk pemutusan jaringan telekomunikasi dan penghentian sarana transportasi umum guna menghalau massa aksi berkumpul.

banner 468x60

Gelaran protes yang diprakarsai kelompok pemuda Cockroach tersebut menyerukan pemecatan Kepala Komisioner Pemilihan Umum Gyanesh Kumar. Massa mempersoalkan pembaruan data pemilih yang dituding berbagai pihak hanya menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Perdana Menteri Narendra Modi.

Aparat turut meringkus demonstran di area aksi unjuk rasa. "Kami tidak menentang politisi maupun partai mana pun. Kami menentang kebijakan yang cacat," cetus seorang pemrotes wanita sebelum ditarik paksa aparat menjauhi lokasi.

Eks Ketua Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, beserta barisan tokoh oposisi ikut mendatangi titik kumpul di Jantar Mantar. Rombongan tersebut tampak diangkut dari kawasan itu menggunakan mobil polisi. Berdasarkan rilis resmi Cockroach Janta Party (CJP), petugas juga menciduk pendiri partai, Abhijeet Dipke, didampingi dua pimpinan teras Saurav Das serta Ashutosh Ranka, sesaat setelah mereka tiba di Delhi dari Mumbai.

Demonstrasi berslogan "Menyelamatkan Demokrasi" ini dipersiapkan sebagai aksi paling masif sejak unjuk rasa bergulir pekan sebelumnya. Kemarahan massa disulut pemberitaan Indian Express mengenai perbedaan sikap sejumlah wakil Kumar yang memprotes pembaruan daftar pemilih karena mendepak sekitar 130 juta hak suara rakyat.

Sehari sebelumnya, Jumat (9/10), kepolisian Delhi menegaskan larangan izin unjuk rasa serta mengingatkan sanksi hukum bagi pelanggar. Kendati demikian, CJP berkukuh menggelar demonstrasi demi memperjuangkan hak konstitusional warga negara.

banner 336x280