PT OSCT Indonesia berkolaborasi erat dengan Ditjen Perhubungan Laut demi menjaga keamanan wilayah perairan Sulawesi.
BITUNG — Menjaga kelestarian ekosistem maritim merupakan elemen krusial guna menjamin kelangsungan hidup warga di kawasan pesisir. Dalam perhelatan Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2026 yang dihelat pada 8–12 Oktober 2026 di Bitung, Sulawesi Utara, PT OSCT Indonesia menerjunkan lebih dari 200 tenaga ahli berpengalaman beserta 40.000 meter oil boom sebagai wujud dukungan nyata.
Agenda latihan bersama tiga negara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama Philippine Coast Guard serta Japan Coast Guard. Guna menyukseskan seluruh agenda, OSCT Indonesia bersinergi penuh mendampingi Ditjen Perhubungan Laut dan Pelindo sepanjang rangkaian kegiatan.
Jumlah sarana dan prasarana yang disiapkan terbilang sangat masif. Keterlibatan lebih dari 200 personel cakap dibarengi pembentangan 40.000 meter oil boom, perlengkapan yang sanggup menciptakan barikade proteksi sepanjang puluhan kilometer demi membentengi alam maritim nusantara.
Sebagai sentra penanganan tumpahan minyak berskala paling besar di Indonesia serta kawasan Asia, keikutsertaan OSCT Indonesia pada tiap gelaran Marpolex membuktikan komitmen yang konsisten. Korporasi senantiasa mengasah kecakapan, menguji keandalan tim, sekaligus bertukar keahlian dengan para garda samudra lintas bangsa demi menggapai satu visi mendasar: terwujudnya laut yang lestari dan aman.
“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap operasi kami. Kami mendukung penuh Marpolex 2026 agar berjalan aman, tertib, dan tanpa kecelakaan. Jaga diri, jaga tim, jaga laut Indonesia,” tutur Direktur Utama PT OSCT Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Kukuh Surya Sigit Sentosa.
Di balik tiap jengkal rentangan oil boom yang dipasang, tersimpan asa nelayan agar terus dapat mencari nafkah, kelestarian terumbu karang yang terjaga, serta keceriaan anak-anak bermain di tepi pantai yang asri. Fondasi inilah yang mendasari konsistensi kiprah OSCT Indonesia hingga kini.








