Dampak Gempa M 6,1 di Sumba: Puluhan Hunian hingga Fasilitas Ibadah Mengalami Kerusakan

Posted on
banner 336x280

Kawasan Kodi di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang bencana gempa bumi pada Minggu (4/10/2026) pagi. Peristiwa tektonik bermagnitudo 6,1 SR tersebut mengakibatkan sedikitnya 20 hunian masyarakat serta sederet sarana publik mengalami kerusakan fisik.

Merujuk laporan rekapitulasi awal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total terdapat 20 bangunan rumah yang terdampak, mencakup 19 unit berkategori rusak ringan dan 1 unit rusak sedang. Sebaran kerusakan hunian ini terdata di Desa Waikadada, Desa Weerena, Desa Bondo Kodi, serta Desa Homba Karipit.

banner 468x60

Tak cuma tempat tinggal warga, tiga titik rumah ibadah ikut menderita kerusakan bertaraf ringan, meliputi Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, serta Gereja Katedral Waitabula. Guncangan pun berimbas pada sebuah gedung sarana pendidikan SDK Manu Toghi, dan satu fasilitas umum yakni Balai KB Desa Wallandimu.

Adapun di kawasan tetangga, Kabupaten Sumba Barat, aparat mencatat kerusakan ringan menimpa tiga unit bangunan hunian atau asrama milik anggota Koramil setempat.

Di samping merusak struktur fisik bangunan, guncangan gempa menimbulkan korban satu orang luka ringan akibat terkena jatuhan material reruntuhan ketika gempa berlangsung. Korban luka sudah langsung ditangani tenaga medis dan menjalani perawatan jalan. Nihil adanya laporan korban tewas atau luka berat.

Getaran gempa dirasakan intensif di wilayah Sumba Barat Daya serta Sumba Barat. Sejumlah penduduk sempat berhamburan lari ke luar ruangan demi keselamatan, sebelum situasi berangsur-angsur tenang. Pesisir barat Pulau Sumba juga dilaporkan mengalami guncangan cukup keras. Otoritas menegaskan peristiwa ini sama sekali tidak berpotensi tsunami.

Pihak BPBD Sumba Barat Daya bersama BPBD Sumba Barat langsung mengaktifkan pos komando awal darurat yang dipusatkan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya.

Pihak BNPB terus memantau situasi sembari berkoordinasi intensif dengan jajaran BPBD NTT dan BPBD kabupaten bersangkutan. Pembaharuan data dampak, kerugian, serta kebutuhan mendesak terus diselaraskan dengan verifikasi lapangan terkini.

Warga diimbau tidak panik, siaga terhadap potensi guncangan susulan, dan senantiasa berpatokan pada arahan resmi BNPB, BMKG, maupun BPBD. Publik juga dilarang mendekati bangunan rusak atau masuk sebelum dinyatakan aman.

banner 336x280