Warren Buffett Lepas Jabatan Chairman Berkshire Hathaway, Howard Buffett Resmi Naik Takhta

Posted on
banner 336x280

Posisi penting chairman Berkshire Hathaway secara resmi ditinggalkan oleh Warren Buffett per Jumat (18/9). Walaupun demikian, figur legendaris ini tetap mengemban tugas sebagai salah satu anggota dewan komisaris.

Keputusan tersebut secara otomatis menutup masa kepemimpinan Buffett selama lebih dari enam dasawarsa dalam membesarkan konglomerasi global ini, sebuah perjalanan panjang yang menempatkan namanya sebagai jajaran pemodal paling disegani di panggung internasional.

banner 468x60

Sebagai bentuk penghormatan, Berkshire menobatkan Buffett dengan status chairman emeritus. Gelar kehormatan ini lazim dipersembahkan bagi pendiri, pejabat eksekutif, atau direktur yang purnatugas guna mengapresiasi kontribusi signifikan serta jejak peninggalan mereka bagi masa depan korporasi.

“Waktu selalu menang. Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya,” demikian pernyataan tertulis Buffett yang ditujukan kepada para pemegang saham, sebagaimana dilansir Reuters pada Minggu (20/9).

“Setelah lebih dari 60 tahun, saya masih memiliki pekerjaan terbaik di dunia. Tidak banyak orang seusia saya yang bisa mengatakan hal yang sama, dan saya tidak pernah merasa sebaik ini mengenai apa yang akan datang,” sambungnya.

Tampuk pimpinan dewan non-eksekutif kini beralih kepada putra tertuanya, Howard Buffett, yang tercatat telah mengabdi di jajaran direksi sejak 1993 silam. Dirinya bertugas mengepalai dewan pengawas sekaligus memantau kebijakan dan tata kelola organisasi, tanpa menyentuh penanganan operasional bisnis harian.

Tidak seperti peran sang ayah sebelumnya, Howard Buffett tidak mengambil porsi struktural di tingkat manajemen manajerial. Misi pokoknya semata-mata mengawal keberlanjutan tradisi serta kultur luhur Berkshire.

Filosofi budaya tersebut berlandaskan pada pemberian otonomi seluas-luasnya bagi setiap anak usaha Berkshire untuk menjalankan kegiatan bisnis harian tanpa adanya intervensi dari jajaran direksi pusat.

Pergeseran struktural ini bergulir kurang lebih sembilan bulan pasca pengunduran diri Buffett dari kursi chief executive officer (CEO) Berkshire, di mana pucuk kepemimpinan operasional diserahkan kepada sosok kepercayaannya, Greg Abel.

Tindakan yang diambil Buffett ini adalah fase teranyar dalam skema suksesi kepemimpinan yang sudah dirancang selama bertahun-tahun. Meredupnya peran Buffett pun bukanlah perkara yang mengejutkan kalangan pasar.

Miliarder kenamaan tersebut tidak membagikan kabar baru perihal kesehatannya. Kendati begitu, ia sempat bercerita baru saja menjumpai cicit lelakinya yang baru berusia satu tahun, yang dinilainya sudah mampu bergerak sedikit lebih lincah dibandingkan dirinya saat ini.

“Ini selalu soal kapan, bukan apakah itu akan terjadi. Buffett telah melakukan transisi dengan elegan,” ungkap Brian Jacobsen, pimpinan strategi ekonomi pada Annex Wealth Management di kawasan Brookfield, Wisconsin.

“Langkah ini terasa lebih seperti penyelesaian proses suksesi yang direncanakan dengan matang daripada pergantian kepemimpinan secara tiba-tiba,” tambahnya.

Sosok berjuluk Oracle of Omaha ini berhasil membangkitkan Berkshire dari sekadar pabrik tekstil New England yang nyaris bangkrut menjadi raksasa bisnis dengan valuasi mencapai US$1,1 triliun.

Ia memopulerkan pendekatan investasi nilai yang berfokus fundamental, menginspirasi banyak generasi pemodal serta pemimpin korporat di berbagai negara.

Karakter Buffett yang bersahaja, lugas, dan rendah hati membuat gagasan finansialnya sangat mudah dipahami sekaligus mendatangkan rasa hormat mendalam dari banyak orang di seluruh pelosok bumi.

Gurita bisnis Berkshire memayungi entitas asuransi kendaraan bermotor GEICO, operator transportasi rel BNSF, sederet portofolio energi, manufaktur, jaringan ritel, jenama es krim Dairy Queen, hingga merek legendaris layaknya pisau Ginsu dan penerbit ensiklopedia World Book.

Konglomerasi ini turut menanamkan modal hingga ratusan miliar dolar AS dalam kepemilikan saham bergengsi pada perusahaan Apple, American Express, induk Google Alphabet, serta Coca-Cola.

Portofolio Berkshire menjadi entitas yang sangat unik di tengah jajaran kelompok elite korporasi bervaluasi lebih dari US$1 triliun yang mayoritas didominasi perusahaan-perusahaan teknologi dunia.

banner 336x280