Wamendagri Ribka Haluk Pacu Inovasi Potensi Daerah NTT, Sektor Pertanian dan Wisata Disorot

Posted on
banner 336x280

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar semakin gencar melahirkan inovasi baru demi memaksimalkan ragam potensi lokal. Langkah strategis ini sangat esensial guna menjamin setiap agenda pembangunan, baik dari pusat maupun daerah, sanggup menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memacu laju perekonomian.

Ribka menilai, NTT dianugerahi kekayaan melimpah ruah, mencakup dimensi kebudayaan hingga keasrian bentang alam. Sebagai provinsi bercorak kepulauan, sektor maritim dan kelautan NTT menyimpan peluang besar yang senantiasa dapat dipacu. Berbagai modal dasar ini, tegas Ribka, wajib digarap optimal lewat terobosan kreatif supaya roda ekonomi daerah bergerak semakin cepat.

banner 468x60

"Tentunya kita ingin, bangsa ini menginginkan ada pertumbuhan ekonomi. NTT sendiri kita lihat dalam triwulan ini pertumbuhan ekonominya sudah sangat baik,” kata Ribka ketika bertindak selaku pembina apel pagi di pelataran Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, Senin (21/9/2026).

Dalam rangka memaksimalkan potensi yang ada, Ribka meminta Pemda NTT tidak membiarkan beragam rintangan menjadi pembatas langkah kemajuan. Justru, kondisi terbatas tersebut mesti dijawab melalui inovasi solutif yang selaras dengan profil wilayah, termasuk ketika mengelola sektor pertanian.

Ia mencontohkan kisah sukses beberapa negara di dunia yang dahulunya memiliki lanskap tanah gersang, namun sukses membangun ketahanan pertanian berkat sentuhan teknologi dan terobosan baru. Fakta tersebut, tambahnya, membuktikan betapa krusialnya kemauan Pemda untuk aktif merumuskan formula mutakhir yang sejalan dengan realitas serta keunggulan komparatif daerah.

Oleh sebab itu, Ribka menginstruksikan dinas dan instansi terkait, terutama yang membidangi urusan agraris, untuk tiada henti menggali pendekatan baru dalam memajukan pertanian lokal. Dirinya menitikberatkan pentingnya menyelaraskan sistem budidaya dengan karakteristik geografis alam NTT.

“Ini harus melakukan inovasi bagaimana supaya kita bisa melakukan penanaman tanaman yang [dapat bertahan] hidup dalam kondisi gersang,” jelasnya.

Selain bidang pertanian, Ribka turut menaruh atensi mendalam pada industri pariwisata sebagai pilar penggerak pemasukan daerah. Karena itu, tata kelola kepariwisataan harus didesain sedemikian rupa agar memberi imbas positif kepada warga setempat.

“Jadi ini kita harus pastikan bahwa dari sektor wisata ini bisa memberikan impact yang baik untuk masyarakat,” tutur Ribka.

Menurutnya, akselerasi ekonomi lokal memerlukan kolaborasi harmonis antara birokrasi pemerintahan dan para pelaku bisnis. Pemda dituntut menghadirkan iklim usaha kondusif yang ramah investasi, sembari terus mengangkat nilai tambah aneka peluang ekonomi potensial di daerah.

Dapatkan update informasi aktual dan terpercaya di kanal Berita Liputan6.

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan Sejak Dini

Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Jadi Jalan Masa Depan Pelajar Papua

Wamendagri Ribka Puji Kerja Sigap Pemkab Jayapura Bantu Korban Dugaan Keracunan MBG

Wamendagri Ribka Tinjau Infrastruktur Strategis di Papua: Harus Bermanfaat buat Rakyat

Demi Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ribka Tekankan Pemda Perkuat TP PKK

Wamendagri Ribka Dorong Pemda Perkuat Pendidikan

Dampingi Wapres ke Papua Barat, Wamendagri Ribka Ungkap Bukti Keberhasilan Otsus

Wamendagri Ribka Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Wamendagri Ribka: Pendidikan jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

banner 336x280