Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie melirik skema prasmanan pada agenda Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, agar setiap murid dapat menentukan jenis serta porsi hidangan sesuai kebutuhan pribadi.
"Bukan hal mustahil Gorontalo bakal mengadopsi konsep prasmanan untuk MBG. Langkah uji coba patut dijalankan guna melihat efektivitasnya, kendati kontrol ketat tetap wajib diberlakukan," ungkap Idah di Gorontalo pada Sabtu (10/10), melansir Antara.
Dirinya menerangkan bahwa pembaruan cara penyajian ini wajib diiringi pemantauan higienitas, standar mutu santapan, serta aspek keamanan pangan supaya realisasi MBG selalu berpegang teguh pada regulasi resmi.
Dirinya juga menggarisbawahi komitmen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar senantiasa konsisten menghadirkan menu sehat bermutu tinggi kepada seluruh target sasaran.
Tingkat mutu operasional tersebut menjadi tolok ukur pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk penentuan predikat bintang bagi SPPG yang dinilai sanggup mematuhi setiap standar kelayakan.
Idah berpendapat bahwa alokasi pembiayaan senilai Rp10 ribu untuk tiap paket sanggup mewujudkan sajian bergizi asalkan tata kelolanya terencana rapi. Maka dari itu, SPPG dituntut menjaga kualitas sajian demi menjamin keamanan konsumsi.
Di samping pengawasan internal penyelenggara, Idah mengimbau pihak sekolah beserta para guru proaktif mengontrol kebersihan santapan siswa. Kerapian tata letak serta penutupan wadah pangan selama tahapan distribusi wajib dicermati saksama.
Sorotan penting itu diutarakan Idah kala mengecek pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Suwawa, Bone Bolango, Jumat (9/10). Dalam agenda kunjungan tersebut, Wagub mengamati olahan makanan dari SPPG Polres Buludawa bentukan Polda Gorontalo.
Kegiatan MBG di SMA ini mencakup total 618 sasaran konsumsi, meliputi 573 peserta didik, 35 tenaga pengajar, serta 10 staf kependidikan.
