Jakarta, CNBC Indonesia – Penarikan utang kerap dijadikan jalan keluar andalan banyak negara saat menghadapi krisis. Ketika stabilitas ekonomi terganggu, pinjaman diperbesar demi memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Namun persoalannya, timbunan utang tersebut tetap bertahan meski kondisi krisis telah usai.
Kini, IMF memberikan sinyal peringatan serius. Jumlah utang publik global hampir menembus level 100 persen terhadap produk domestik bruto dunia. Rasio ini bahkan tercatat melampaui rekor tertinggi pasca-Perang Dunia II. Saksikan ulasan mendalam Shania Alatas pada tayangan Squawk Box CNBC Indonesia, Selasa (22/09/2026).







