Usai 8 Jam Diperiksa di Polda Metro Jaya, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dipulangkan

Posted on
banner 336x280

Aparat kepolisian akhirnya melepas enam aktivis dari Greenpeace Indonesia sesudah merampungkan sesi pemeriksaan kurang lebih delapan jam di markas Polda Metro Jaya. Rombongan tersebut terlebih dahulu digelandang ke kantor polisi lantaran melancarkan demonstrasi membentangkan kain rentang raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026).

Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi, Daniel Winarta, menerangkan bahwa seluruh aktivis telah diperbolehkan pulang sekitar pukul 20.30 WIB malam.

banner 468x60

"Sudah, jam 08.30 (malam)," ucap Daniel sewaktu dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2026).

Daniel memaparkan, sepanjang proses interogasi di kepolisian, keenam peserta aksi itu semata-mata dimintai verifikasi identitas personal serta keterangan terkait rangkaian jalannya aksi protes.

"(Pendataan mencakup) kronologi dan identitas," imbuh Daniel kemudian.

Ia pun menegaskan bahwa seluruh pegiat lingkungan tersebut sekarang sudah beristirahat di kediaman mereka masing-masing.

Sebelumnya, sepasang spanduk berukuran besar yang dikibarkan di Monumen Selamat Datang telah dievakuasi aparat berwenang secara bergiliran pada Selasa pagi. Merujuk laporan di tempat peristiwa, banner pertama sukses diturunkan sekitar jam 08.50 WIB, sebelum banner berikutnya menyusul pada pukul 09.20 WIB.

Aparat keamanan yang bersiap mengelilingi kaki monumen menyerukan peringatan agar partisipan aksi melepaskan segala peralatan panjat serta selalu memprioritaskan keselamatan diri saat proses turun berlangsung.

“Perlengkapan-perlengkapan saudara untuk bisa dicabut dan silakan utamakan keselamatan jiwa raga saudara,” tegas petugas menginstruksikan melalui pengeras suara.

Evakuasi Massa Aksi Greenpeace

Para pejuang lingkungan itu lantas turun satu demi satu dengan pendampingan aparat. Sebuah tangga telah disiapkan di lokasi, berdampingan dengan personel kepolisian yang bersiaga di landasan bawah untuk mempermudah evakuasi.

Dua pesan visual tersebut membawa seruan tegas organisasi Greenpeace mengenai darurat krisis iklim serta imbas nyatanya bagi kehidupan rakyat luas. Menggunakan panggung aksi ini, pihak Greenpeace menuntut rezim penguasa mengambil langkah lebih konkret mengatasi krisis pemanasan global yang nyata-nyata merusak rasa aman dan kesejahteraan masyarakat sipil.

Kain spanduk perdana memuat kalimat “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” yang dibentangkan menghadap utara menuju arah Istana Merdeka. Di sisi lain, bentangan kain kedua mencantumkan tulisan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” yang sengaja diarahkan ke sisi selatan Bundaran HI.

Temukan kabar harian terbaru serta tepercaya hanya melalui Berita Liputan6.

Tanggapan Pemerintah Menyoal Unjuk Rasa Greenpeace tentang Beban Hidup dan Iklim

DEN Ungkap 95 Persen Pelajar Makin Termotivasi Belajar Lewat Program MBG Berkualitas

Penantian 6 Tahun Para Korban KSP Indosurya dalam Menuntut Dana Ganti Rugi

Prosedur Pembagian Dana Rp 229,4 Miliar Hak Kompensasi Nasabah Indosurya

Aksi Massa di Tugu Tani Bubar Usai Diwarnai Nyala Flare

Kebakaran Lahan Hutan Arjuno-Ringgit Makin Lebar Dekati Rumah Penduduk

Panjat Landmark HI, Enam Relawan Greenpeace Menanti Status Hukum

Jejak Kardinah Mengembangkan Corak Batik Tegal Warisan Mulia Adik Kartini

Menolak Dipalak, Pelajar SMP Sukabumi Jadi Sasaran Pengeroyokan Senior Sekolah

banner 336x280