Transformasi Sidrap: Perkuat Lumbung Pangan Menuju Pusat Energi Terbarukan

Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Meskipun menghadapi kemarau panjang akibat dampak El Nino, Kabupaten Sidrap di Sulawesi Selatan tetap berhasil menjaga kestabilan panen padi demi menopang roda perekonomian lokal. Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengungkapkan bahwa 91% kalangan petani setempat sukses melalui masa kering tersebut dengan mempertahankan hasil panen pada 32 ribu hektare lahan irigasi serta 20 ribu hektare sawah tadah hujan.

Pemerintah Kabupaten Sidrap menerapkan beragam taktik demi menjaga posisi daerah sebagai lumbung pangan saat kemarau, seperti mempercepat masa tanam, memanfaatkan benih varietas genjah, serta menggalakkan inisiatif elektrifikasi lahan pertanian.

Langkah penguatan sektor agraris ini dijalankan melalui peningkatan hasil panen hingga menembus angka 12 ton per hektare, sekaligus mendorong hilirisasi pengemasan beras guna mencukupi kebutuhan pasar dari berbagai wilayah lain.

Selain komoditas padi, Sidrap berupaya memajukan sektor perkebunan seperti pala, cengkeh, dan kopi lewat optimalisasi hasil budidaya tanaman pangan, perkebunan, serta aneka produk hortikultura.

Pada aspek lain, Pemda Sidrap sedang mengincar peluang investasi energi hijau, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 75 MW yang direncanakan naik jadi 200 MW pada 2027, serta proyek PLTS terapung di danau seluas 400 hektare bernilai di atas Rp1,8 triliun maupun instalasi surya darat.

Wilayah ini juga menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) guna menangani persoalan limbah di tujuh daerah sekitarnya. Lalu bagaimana rancangan lengkap pengembangan agribisnis serta investasi energi bersih Sidrap?

Saksikan pembahasan mendalam Serliana Salsabila bersama Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, pada program Nation Hub, CNBC Indonesia (Jum’at, 16/10/2026).