Tol Serang-Panimbang Ruas Rangkasbitung-Cileles Masuki Uji Laik Fungsi, Menuju Beroperasi

Posted on
banner 336x280

Jaringan Tol Trans Jawa kembali mencatatkan penambahan panjang rute operasional. Salah satu segmen di wilayah terbarat Jawa, yaitu Tol Serang-Panimbang pada ruas Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 Km, kini telah menjalani proses Uji Laik Fungsi & Operasi (ULFO) guna menyongsong tahap kesiapan operasional penuh.

Keberadaan seksi tol tersebut memangkas durasi tempuh ke banyak lokasi wisata unggulan di Banten. Perjalanan menuju kawasan Tanjung Lesung hanya memerlukan 2 jam, Curug Putri ditempuh 2 jam, wilayah Kampung Baduy di bawah 1 jam, serta ke destinasi Gunung Luhur Citorek kurang dari 3 jam.

banner 468x60

"Hadirnya tol ini akan mempersingkat waktu tempuh, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka akses ke destinasi wisata Banten," jelas keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol pada hari Minggu (11/10/2026).

Sebagai Proyek Strategis Nasional di kawasan Banten, Tol Serang-Panimbang melintasi wilayah administratif Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, hingga Pandeglang. Terintegrasi ke sistem Tol Trans Jawa, infrastruktur ini memperluas akses Banten tengah dan selatan melalui koridor Tangerang-Merak.

Pendanaan konstruksi jalan tol ini menggunakan skema dua pihak: Badan Urusan Jalan Tol lewat PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WIKA Serpan) menangani Seksi 1 dan Seksi 2, sedangkan APBN membiayai Seksi 3. Total bentang Tol Serang-Panimbang mencapai 83,67 Km.

Rute ini dipecah ke dalam tiga segmen: Seksi 1 Serang-Rangkasbitung (26,5 Km) sudah aktif beroperasi, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles (24,17 Km) berstatus ULFO, sementara Seksi 3 Cileles-Panimbang (33 Km) milik pemerintah masih terus dikebut pengerjaannya.

Pada proyek Seksi 3 tersebut, pengerjaan Fase 1 rute 17,46 kilometer membukukan capaian 95,81%. Di waktu bersamaan, Fase 2 Paket 3 sejauh 6,29 Km telah menyentuh angka 93,80%.

Selanjutnya, Fase 2 Paket 1 sepanjang 1,05 Km terealisasi 56,35%, dan Fase 2 Paket 2 berjarak 8,20 Km tercatat 89,29%. Terkait pekerjaan Paket Penanganan Hidrologi, realisasi fisiknya menyentuh 38,16%.

BPJT memaparkan bahwa jalan bebas hambatan ini berfungsi sebagai penyambung sentra strategis sekaligus memperkuat konektivitas KEK Tanjung Lesung. Jalur Serang-Cileles dipangkas dari sebelumnya 1 jam 45 menit lewat jalan nasional menjadi 45 menit via tol. Kecepatan waktu perjalanan ini diyakini mampu mendorong kelancaran mobilitas warga dan logistik.

banner 336x280