Tingkatkan Produktivitas Peternak Manokwari, Unair Luncurkan Posyandu Ternak Keliling

Posted on
banner 336x280

Deteksi dini melalui pengecekan berkala sangat efektif membantu para pemilik hewan ternak dalam mengidentifikasi masalah kesehatan lebih cepat.

MANOKWARI — Para peternak sapi yang berada di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, selama ini masih terkendala minimnya akses terhadap fasilitas pemeriksaan medis hewan secara terjadwal. Keadaan ini berisiko memicu keterlambatan deteksi infeksi penyakit yang pada akhirnya berdampak buruk terhadap hasil produksi ternak.

banner 468x60

Merespons persoalan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 13 dari Universitas Airlangga (Unair) menginisiasi program inovatif bernama Posyandu Ternak Keliling dengan menerjunkan tenaga kesehatan hewan langsung ke lokasi kandang warga. Inisiatif ini digagas demi mempermudah akses pelayanan medis sekaligus memberikan edukasi berkelanjutan bagi para peternak lokal.

Tercatat sebanyak 1.000 ekor populasi sapi di wilayah Prafi telah memperoleh penanganan medis melalui agenda jemput bola ini. Dari seluruh hewan yang diperiksa, diperkirakan ada 150 hingga 250 ekor yang memerlukan tindak lanjut perawatan medis intensif.

Selain cek fisik, para pemilik ternak juga memperoleh bimbingan terkait tata kelola reproduksi, sistem pengobatan, hingga strategi pemenuhan pakan bergizi. Kehadiran tim medis langsung di lapangan ini terbukti nyata memangkas beban pengeluaran warga dalam membiayai pemeliharaan kesehatan hewan mereka.

“Posyandu Ternak Keliling ini sangat membantu kami sebagai peternak. Kami bisa memeriksakan kesehatan sapi dan mendapatkan obat cacing secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya,” kata Siswanto, peternak di kawasan SP3, dalam keterangan pers dikutip Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan rekapitulasi medis, mayoritas sapi teridentifikasi mengidap infeksi cacingan dan paparan parasit luar. Rombongan TEP Unair turut menyusun rekam jejak kesehatan terperinci guna mengawasi riwayat pertumbuhan serta status kebugaran seluruh sapi peliharaan warga secara berkesinambungan.

Langkah pendampingan teknis ini memfasilitasi peternak dalam memahami kondisi fisik hewannya agar mampu menerapkan pola perawatan yang tepat. Skema monitoring rutin ini sangat krusial demi mencegah potensi penyakit meluas sebelum timbul kerugian fatal.

Inisiatif pengabdian ini sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto terkait akselerasi pembangunan terpadu di kawasan Papua serta penguatan kemandirian sektor pangan daerah hingga skala kabupaten. Penegasan strategis tersebut sebelumnya telah disampaikan pada 17 Desember 2025.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan urgensi kontribusi kalangan kampus melalui wadah Tim Ekspedisi Patriot. Menurut pandangannya, perguruan tinggi memegang fungsi penting dalam menyediakan alternatif solusi nyata sesuai kebutuhan rill masyarakat setempat.

“Program ini menghadirkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” ujar AHY dalam sesi Town Hall pada acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Senada, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara berpesan agar seluruh delegasi Ekspedisi Patriot bekerja totalitas selama bertugas di wilayah penempatan transmigrasi. Program kerja ini diharapkan sanggup mendatangkan faedah nyata yang bisa dirasakan langsung penduduk.

“Saya memberikan satu dorongan kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot: bergeraklah setiap hari. Waktu kita terbatas, hanya empat bulan. Berikan totalitas dan lakukan yang terbaik selama berada di kawasan transmigrasi. Harus ada sesuatu yang dikerjakan, ada dampaknya, dan ada manfaatnya,” ujar Iftitah.

Kemudahan jangkauan servis medis ternak secara teratur memang menjadi kebutuhan mendasar peternak Prafi demi menopang ketahanan ekonomi usaha mereka ke depan.

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Muda dengan Beragam Keahlian

Pengurangan Gas ke Singapura, Bahlil: Kalau Domestik Sudah Cukup Kita Harus Ekspor ke Negara Lain

Pemerintah Kucurkan Stimulus Transpotasi, Harga Tiket Makin Terjangkau

Unair Buka Posyandu Ternak Keliling di Manokwari

ADKASI Dorong Satgas MBG Perkuat Pengawasan dan Kolaborasi

banner 336x280