Jakarta, CNBC Indonesia – Raja Thailand Maha Vajiralongkorn mengemudikan sendiri armada jet kerajaan menuju Hanoi, Vietnam, dalam rangka lawatan kenegaraan pada Senin (14/9/2026). Sang istri, Ratu Suthida, bertugas mendampingi di kokpit selaku kopilot ketika armada Boeing 737-800 mendarat di bawah guyuran hujan lebat.
Rekaman visual dari kantor urusan luar negeri otoritas Thailand menampakkan Vajiralongkorn menempati bangku kapten, sedangkan Ratu Suthida menduduki posisi kopilot. Pasangan penguasa monarki tersebut tampak saling bersinergi sepanjang rute hingga burung besi itu mendarat mulus di Hanoi.
Vajiralongkorn berlatar belakang perwira militer yang sempat aktif mengabdi di Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand. Dirinya mengantongi lisensi resmi guna mengoperasikan aneka jenis pesawat terbang, meliputi jet tempur Northrop F-5, F-16, sampai armada komersial Boeing 737-400.
Sang penguasa monarki tercatat pernah bertindak selaku pilot instruktur F-5E/F pada tahun 1994. Memasuki tahun 2012, beliau kembali menerbangkan pesawat secara mandiri demi agenda kegiatan amal.
Di sisi lain, Ratu Suthida sempat berkarir menjadi pramugari maskapai Thai Airways serta JALways sebelum masuk dinas militer kerajaan tahun 2010. Beliau memegang lisensi penerbangan jet penumpang berkapasitas besar dan tengah menempuh pelatihan terbang tunggal memakai pesawat jet tempur supersonik.
Lawatan resmi ini mencatatkan sejarah baru sebagai kunjungan perdana Raja beserta Ratu Thailand menuju Vietnam semenjak hubungan diplomatik resmi disepakati pada 1976. Rombongan Thailand tersebut turut menghadirkan Wakil Perdana Menteri Anutin.
Aksi duet kepemimpinan di ruang kokpit tersebut menuai perhatian publik secara luas. Terlebih lagi, proses pendaratan berlangsung menantang di tengah cuaca ekstrem kota Hanoi yang dibasahi hujan lebat.








