ICE BSD City diketahui menyediakan 10 aula pameran dengan rentang luas keseluruhan mencapai 50 ribu meter persegi.
Kawasan Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang berlokasi di BSD City tercatat telah sukses memfasilitasi lebih dari 3.300 perhelatan serta menyambut kehadiran melampaui 18,9 juta orang semenjak tahun 2015 sampai dengan bulan Oktober 2026. Beraneka ragam agenda yang diselenggarakan di pusat konvensi ini mencakup pameran berskala besar, konferensi tingkat tinggi, agenda korporasi, pagelaran musik atau konser akbar, hingga berbagai kompetisi olahraga.
Siti Karmila selaku General Manager ICE BSD City mengemukakan jika perhelatan agenda berskala raksasa menuntut kematangan operasional, tata kelola logistik yang terstruktur, sistem keamanan prima, dan pengendalian arus lalu lintas pengunjung secara akurat. Beraneka elemen esensial tersebut mesti dijalankan secara simultan guna menjamin kesuksesan berlangsungnya setiap agenda tanpa kendala.
“Pengalaman menangani ribuan event membentuk pemahaman kami bahwa venue bukan hanya soal kapasitas ruang. Yang sama pentingnya adalah kesiapan operasional, kompetensi tim, sistem keselamatan, akses, dan kemampuan mengelola berbagai kebutuhan secara bersamaan,” tegas Siti melalui keterangan resminya pada hari Selasa (20/10/2026).
Secara menyeluruh, ICE BSD City diperkuat oleh 10 exhibition hall berdimensi total mendekati 50 ribu meter persegi, aula konvensi dengan luas 4.000 meter persegi, ketersediaan 33 ruang rapat representatif, serta zona luar ruang fleksibel yang dapat dimanfaatkan untuk beragam kesibukan. Ketersediaan sarana terpadu ini memberikan keleluasaan bagi promotor untuk mewujudkan beraneka skema aktivitas dalam kesatuan kawasan.
Tidak hanya menyuguhkan ruangan representatif, ICE BSD City turut menyiapkan bantuan manajemen acara, penyediaan konsumsi makanan maupun minuman bermutu, gudang berikat kepabeanan, ruangan medis darurat, ruang singgah VIP privat, beserta fasilitas pendukung multifungsi lainnya. Seluruh pemenuhan sarana fisik dan rekayasa tata kelola operasional dirancang khusus sesuai dengan kepribadian maupun spesifikasi masing-masing helatan.
Terkait sektor perlindungan dan keselamatan gedung, pihak ICE BSD City konsisten menyelenggarakan tindakan pemeliharaan serta peninjauan sarana secara terjadwal, mencakup sistem pipa air pemadam otomatis, perangkat hidran, dan instrumen pelacak indikasi kebakaran. Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Occupational Health and Safety (OHS) juga giat menjalankan inspeksi langsung secara berdampingan bersama pihak penyelenggara sejak proses perakitan, hari pelaksanaan, sampai proses pembongkaran sarana tuntas dilakukan.
Langkah pengawasan keselamatan ini menyangkut penegakan protokol keselamatan kerja secara teratur, seperti kewajiban penggunaan perlengkapan pelindung pribadi dan pemakaian tali pengaman tubuh tatkala melakukan perbaikan di titik ketinggian. Segala instruksi keselamatan baku juga selalu dipaparkan secara mendalam kepada penyelenggara dan peserta stan pameran lewat agenda pengarahan teknis sebelum kegiatan dimulai.
ICE BSD City pun memiliki kesiapan regu tanggap darurat yang siap berkolaborasi erat dengan seluruh promotor dalam memitigasi serta menanggulangi situasi krisis secara sigap. Bantuan penanganan kondisi kritis tersebut mencakup penyediaan armada mobil pemadam kebakaran, unit ambulans operasional, dan personel kesehatan sesuai keperluan teknis di lapangan.
Siti kembali menegaskan jika dinamika tuntutan para penyelenggara terus mengalami perubahan, sehingga pengelola ruang konvensi harus terus menyesuaikan sarana maupun efisiensi kinerja operasional seiring dengan besaran dan tingkat kerumitan tiap acara.
“Kami melihat kebutuhan penyelenggara terus berkembang. Karena itu, ICE BSD City berfokus pada hal-hal yang secara langsung mendukung kelancaran event, mulai dari fleksibilitas ruang, keselamatan, kesiapan tim, aksesibilitas, hingga fasilitas pendukung di kawasan,” tuturnya menutup pemaparan tersebut.






