Aparatur pemerintah terus memverifikasi kesiapan operasional dari 10.070 unit koperasi percontohan, termasuk ketersediaan berbagai bahan pokok penting bagi warga.
Jalur distribusi pupuk bersubsidi bagi kalangan petani kini makin diperlebar melalui kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) demi memangkas mata rantai niaga dan menyederhanakan mekanisme pembelian. Pihak regulator menegaskan para penggarap lahan sekarang dapat menebus alokasi pupuk bersubsidi pada gerai koperasi desa setempat hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dengan banderol harga yang sepenuhnya berpatokan pada regulasi resmi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menerangkan, skema penyaluran melalui KDKMP ini membuat kiriman stok dari PT Pupuk Indonesia langsung mendarat di gudang koperasi desa tanpa melewati calo atau perantara tambahan. Alur ringkas tersebut dirancang supaya kelompok tani memperoleh sarana produksi pertanian secara tepat waktu sesuai harga eceran tertinggi yang diputuskan pemerintah.
“Dari pupuk (Pupuk Indonesia) langsung ke sini (KDKMP), jadi nggak ada lagi perantara. Syaratnya KTP saja. Semua barang-barang subsidi nanti di sini, untuk mensuplai kebutuhan warga biar tidak ada tengkulaknya. Harganya, harga dari pusat,” ujar Zulkifli dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Pengawasan serentak guna memeriksa ketangguhan operasional 10.070 titik KDKMP telah bergulir terhitung sejak 15 Oktober 2026. Agenda peninjauan terpadu ini menyasar kepastian volume komoditas pangan, kesiapan sarana logistik pendukung, sampai keandalan petugas koperasi dalam melayani transaksi masyarakat perdesaan.
“Pemantauan serentak merupakan tindak lanjut arahan presiden agar kesiapan koperasi dipantau dan dimonitor secara langsung di lapangan, termasuk ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional,” kata Zulkifli.
Bukan cuma pupuk bersubsidi, otoritas juga mengecek stok aneka komoditas primer masyarakat di gerai koperasi, semisal beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng MinyaKita, serta tabung gas LPG 3 kilogram. Kontinuitas distribusi pasokan dari korporasi badan usaha milik negara (BUMN) turut ditinjau ketat agar seluruh kegiatan operasional koperasi berjalan berkesinambungan.
Berdasarkan rekapitulasi data Kemenko Pangan per 14 Oktober 2026, tercatat ada 83.363 unit KDKMP yang sukses mengantongi status legalitas badan hukum. Dari total tersebut, sebanyak 79.733 koperasi sudah teregistrasi pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (SIMKOPDES), sementara 60.854 entitas lainnya sudah merampungkan perizinan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Mengenai kesiapan infrastruktur fisik, instansi pemerintah mencatat sekitar 28.240 lokasi gerai telah rampung dibangun secara menyeluruh, sedangkan 7.392 titik sisanya tengah dikebut dalam pengerjaan konstruksi. Target percepatan operasional terus dipacu agar prasarana yang selesai dibangun tersebut langsung dirasakan manfaat nyatanya oleh segenap warga desa.
Saat bertandang ke Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Zulkifli didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto meninjau langsung aktivitas lima unit KDKMP. Agenda kunjungan kerja ini dimanfaatkan jajaran menteri untuk mendengarkan langsung curahan hati kaum tani seputar tata cara pembelian pupuk bersubsidi.
Warjito, petani asal Boyolali, mengungkapkan keberadaan gerai koperasi desa menjadi jalan keluar alternatif bagi para petani terdaftar dalam menebus jatah pupuk bersubsidi. Dirinya menuturkan bahwa ketentuan dokumen lama kerap menyulitkan petani kecil yang belum memegang kepemilikan kartu tani resmi.
“Kami dari petani merasa tertolong sekali, karena selama ini sebelum ada koperasi kalau orang mau membeli pupuk itu harus menunjukan kartu tani, kenyataannya tidak semua petani memiliki kartu sehingga petani penggarap atau petani gurem itu jelas tidak mendapatkan pupuk subsidi sehingga membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal,” ujar Warjito.
Warjito menaruh harapan besar agar kemudahan administrasi koperasi desa ini konsisten membantu para penggarap sawah memperoleh pasokan pupuk terjangkau. Dirinya mewakili warga tani juga melayangkan rasa terima kasih atas tersedianya suplai pupuk subsidi lewat jejaring KDKMP di wilayah Kabupaten Boyolali.
“Alhamdulillah sekali dari petani mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mendirikan KDKMP bahkan menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Boyolali dan ini sangat menolong sekali, terima kasih,” kata Warjito.
Rekomendasi Berita Pangan dan Energi
- Petani Bisa Tebus Pupuk Subsidi Lewat Koperasi Merah Putih, Cukup Pakai KTP
- Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Aman dan Penyaluran Kondusif Saat Penerapan Ganjil Genap
- PLN Perluas Akses Listrik Lewat Program Lisdes dan BPBL
- Antrean BBM di Bali Berangsur Melandai Berkat Sistem Ganjil Genap
- Analis Sebut Usulan MSCI Tidak Sesuai Realitas Pasar Modal


