Jakarta, CNBC Indonesia – Sugeng Suparwoto selaku Wakil Ketua Komisi XII DPR RI mengemukakan opininya mengenai kebijakan pemerintah dalam memangkas volume ekspor gas alam ke Singapura hingga 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).
Dirinya menekankan agar pemotongan pasokan LNG menuju Singapura betul-betul diprioritaskan demi kebutuhan domestik. Kebijakan ini harus didasari musyawarah dan kalkulasi cermat guna menghindari polemik, sekaligus menjamin kehadiran offtaker yang siap menampung pengalihan pasokan gas dari Singapura tersebut.
Selain itu, Komisi XII terus memacu penguatan rantai gas bumi terpadu lewat perluasan kegiatan eksplorasi hulu. Namun, kesiapan sarana pipa transmisi serta jaringan pipa kawasan industri maupun hunian tetap menjadi ganjalan utama, khususnya di luar wilayah Jawa. Kondisi ini diperberat fakta bahwa cadangan gas terbesar nasional tersimpan di kawasan Indonesia Timur, sedangkan pusat konsumsi terfokus di Jawa serta Sumatra.
Komisi XII DPR RI juga mengingatkan agar kemitraan migas internasional, terkhusus bersama negara ASEAN, diputuskan secara matang demi mencegah konflik dan menghindari kerugian bersama.
Ulasan komprehensif ini tersaji pada perbincangan Andi Shalini bersama Sugeng Suparwoto, Ketua Komisi XII DPR RI, dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 27/10/2026).
