Tanggapi Gertakan Tarif Trump untuk Pembeli Minyak Rusia, Menko Airlangga Tetap Tenang

Posted on
banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi dengan tenang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penetapan bea masuk hingga 100 persen bagi negara pengimpor minyak mentah Rusia.

Airlangga tidak terlalu mencemaskan gertakan itu sebab proses transaksi pembelian minyak dari Rusia oleh pihak Indonesia berlangsung dalam periode waktu atau jendela izin yang memang dibenarkan.

banner 468x60

"Pada waktu itu ada window kapan diperbolehkan, kita masuk dalam window tersebut," ungkap Airlangga saat dijumpai awak media di Hotel Fairmont, kawasan Jakarta, pada Rabu (23/9).

Gertakan yang diutarakan Trump tersebut muncul menyusul pengesahan draf sanksi berskala komprehensif oleh lembaga legislatif Kongres AS.

Berdasarkan laporan AFP, para wakil rakyat di AS telah menyepakati bundel sanksi anyar guna menekan Moskwa atas konflik di Ukraina pada Rabu (16/9). Dokumen regulasi tersebut kemudian diserahkan ke meja Trump seusai tertahan dalam durasi berbulan-bulan.

Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai kubu Partai Republik meloloskan draf tersebut lewat perolehan suara 262 berbanding 159, menyusul lampu hijau Senat lewat hasil voting 86 melawan 11 bulan sebelumnya.

Trump menegaskan niatnya guna meresmikan aturan tersebut. Di samping industri energi dan sektor pertahanan, regulasi ini membidik langsung Presiden Vladimir Putin, jajaran birokrat elit, serta sindikat armada bayangan kapal tanker yang dipakai Rusia guna mengelabui sanksi koalisi Barat.

Undang-undang tersebut memandatkan kekuasaan bagi Trump untuk mengenakan tarif hingga menyentuh 100 persen kepada konsumen skala besar minyak serta gas Rusia, mencakup China maupun India. Upaya tersebut dimaksudkan guna menyetop suplai dana segar yang menopang mesin militer Moskow.

Pemerintah Indonesia sendiri baru-baru ini telah merealisasikan pasokan minyak mentah asal Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwasanya fase awal pengapalan pasokan minyak tersebut telah tergelar.

Kendati demikian, Bahlil enggan menguraikan secara mendalam perihal besaran kuantitas minyak yang telah didatangkan itu.

Di samping itu, Bahlil menerangkan babak kedua impor sekarang tengah berlangsung dan otoritas Indonesia berniat menuntaskan kesepakatan kontrak periode panjang pembelian komoditas energi tersebut.

Langkah pengadaan crude asal Rusia ditempuh menggunakan mekanisme kemitraan bilateral antarpemerintah atau government to government (G2G). Komoditas ini kelak dialokasikan demi memperkuat ketahanan cadangan energi nasional.

Indonesia sendiri memperoleh alokasi impor minyak sebanyak 150 juta barel langsung dari pihak Rusia. Capaian ini merupakan buah dari agenda lawatan kerja Presiden Prabowo Subianto mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke ibu kota Moskow beberapa waktu sebelumnya.

banner 336x280