WNA mencatat Asia Tenggara merencanakan 37 GW energi nuklir hingga 2050 demi mengatasi lonjakan konsumsi listrik dan risiko ketergantungan impor bahan bakar.
WNA mencatat Asia Tenggara merencanakan 37 GW energi nuklir hingga 2050 demi mengatasi lonjakan konsumsi listrik dan risiko ketergantungan impor bahan bakar.