Solusi Macet Bali: Proyek Trem Baterai Bandara-Canggu Siap Meluncur 2028

Posted on
banner 336x280

Pemerintah Provinsi Bali bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mematangkan proyek infrastruktur perkeretaapian. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui perancangan trem bertenaga baterai yang menghubungkan area Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai langsung ke destinasi Canggu di Badung.

Sarana trem modern ini dinilai sebagai opsi armada publik yang paling serasi dengan keunikan Pulau Dewata. Berbeda dari sistem MRT atau LRT konvensional, armada trem ini beroperasi dengan teknologi baterai mandiri sehingga tidak membutuhkan jaringan tiang kabel daya menggantung di sepanjang rute.

banner 468x60

Koridor permulaan dirancang sepanjang kurang lebih 12 kilometer pada trayek Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu. Sistem jalurnya memanfaatkan rel ganda lengkap dengan titik persilangan demi kelancaran operasional harian. Ukuran fisik trem dibuat cukup ramping, dengan lebar lintasan kira-kira tiga meter dan bodi fisik sedikit di atas dua meter, bahkan lebih ringkas daripada bus pada umumnya.

Hadirnya armada trem digadang-gadang jadi jalan keluar utama untuk mengurai kemacetan parah di wilayah Badung, khususnya akses Bandara-Canggu yang terkenal sangat sibuk. Saban hari, terdapat pergerakan sekitar 150 ribu orang dengan kepadatan lalu lintas menyentuh 80 ribu kendaraan.

Kepadatan volume lalu lintas itulah yang melandasi urgensi penyediaan sarana angkutan massal alternatif guna menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus memperlancar aksesibilitas antarwilayah pariwisata.

Moda transportasi ramah lingkungan ini dipersiapkan guna menunjang mobilitas warga lokal beserta turis, memangkas kemacetan jalan, serta mempererat jejaring kawasan pariwisata unggulan.

Saat beroperasi optimal, trem ini diperkirakan bisa membawa 15 ribu sampai 20 ribu penumpang, dengan durasi ekspedisi hanya sekitar 30 menit. Rentang waktu tunggu atau headway antarrangkaian dibuat sekitar 10 menit. Apabila bekerja penuh, total daya angkutnya diprediksi menyentuh 60 ribu orang setiap hari. Angka ini ditargetkan menyerap 40 persen beban pergerakan di lintasan padat Bandara-Canggu.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemprov Bali guna meremajakan fasilitas transportasi lokal, terutama wilayah Badung yang sering macet. Koster menuturkan gagasan trem ini makin konkret dalam menjawab keruwetan mobilitas kawasan Bandara-Canggu.

Kendati demikian, pengerjaan sarana publik baru tersebut diwajibkan menyatu selaras dengan kultur Bali. Pembangunan fisik dilarang merusak keindahan alam, kelestarian ekosistem, maupun tatanan hidup warga.

"Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat," tegas Koster diambil dari situs resmi Pemprov Bali, Sabtu (26/9/2026).

Ia menggarisbawahi pengerjaan jalur trem wajib memperhitungkan keberadaan akomodasi wisata, penginapan hotel, destinasi liburan, alam sekitar, kawasan permukiman penduduk, hingga aktivitas masyarakat setempat di sepanjang koridor.

Aspek kenyamanan para pelancong pun menjadi prioritas fundamental di dalam perencanaan proyek angkutan massal anyar ini.

"Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali," papar Koster menambahkan.

Menilik cetak biru proyek, peletakan batu pertama atau groundbreaking direncanakan bergulir Maret 2027. Koridor pembuka dijadwalkan aktif pada 2028, sedangkan rel komprehensif sampai Canggu diproyeksikan tuntas dan beroperasi tahun 2029.

Rangkul Desa Adat dan Industri Wisata

Pihak pemerintah bakal merangkul desa adat beserta segenap pemangku kepentingan di area perlintasan proyek. Kalangan pengusaha sektor wisata, pengelola perhotelan, hingga penyedia akomodasi juga diajak berpartisipasi.

Sinergi bersama tersebut sangat penting supaya pendirian jalur trem tidak hanya terpaku pada fisik semata, melainkan juga mengkaji dimensi sosial, nilai ekonomi, keseimbangan alam, serta kebutuhan riil masyarakat.

Konsep trem baterai ini didesain ramah lingkungan, tidak bising, berdimensi ringkas, bertenaga baterai, dan terhubung mulus dengan jaringan transportasi umum lainnya.

banner 336x280