Jakarta, CNBC Indonesia – Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada penerimaan calon praja dan taruna sekolah kedinasan 2026 dijadwalkan berlangsung serentak mulai 22 September 2026. Menjelang hari pelaksanaan, pihak pemerintah resmi mengeluarkan rincian nilai batas minimal (passing grade) yang harus dicapai peserta agar berhak melaju ke babak berikutnya.
Mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 406 Tahun 2026, patokan nilai terendah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dipatok 65, Tes Intelegensia Umum (TIU) berada di nomor 80, serta batas minimal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ditetapkan 156.
Bila diakumulasikan secara menyeluruh, total skor maksimal SKD adalah 550 poin, yang merupakan gabungan batas tertinggi 150 poin dari TWK, 175 poin untuk materi TIU, dan perolehan puncak TKP sebesar 225 poin.
Kendati demikian, patokan standar nilai kelulusan tersebut dikecualikan bagi pelamar asal wilayah khusus yang mendapatkan program afirmasi. Penetapan kuota afirmasi ini diputuskan sesuai dengan permohonan resmi kementerian atau lembaga pembina sekolah kedinasan terkait.
Ketika berada di ruang ujian, peserta diwajibkan menuntaskan 110 butir pertanyaan dengan alokasi waktu selama 100 menit. Komposisi soal itu terbagi atas 30 soal materi TWK, 35 pertanyaan TIU, serta 45 butir bagian TKP.
Pada soal TWK dan TIU, tiap ketepatan jawaban menghasilkan 5 poin, sementara opsi keliru atau dikosongkan bernilai 0. Berbeda halnya dengan TKP, pembobotan opsi bergerak dari angka 1 hingga 5, dan bernilai 0 jika butir tersebut tidak dijawab. Proses registrasi sekolah kedinasan 2026 sendiri sudah rampung sejak akhir Agustus lalu.
Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan imbauan penting agar semua pelamar belajar mandiri secara optimal dan tak tergiur bujuk rayu pihak yang menjanjikan kelulusan berbayar.
Rangkaian SKD tetap memanfaatkan infrastruktur Computer Assisted Test (CAT) di bawah pengelolaan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Tidak akan ada celah untuk yang melakukan kecurangan," tegas Rini dalam keterangannya, dikutip Minggu (20/9/2026).
Rini meminta seluruh calon peserta menjaga integritas penuh serta percaya pada potensi diri sendiri. Materi ujian, menurutnya, disusun terstruktur guna memetakan wawasan, kecakapan kognitif, kepribadian, serta pemahaman ideologi kenegaraan.
Evaluasi ini ditujukan mengukur kapasitas nasionalisme, kemampuan analisa, silogisme, daya adaptasi, hingga sikap terhadap anti-radikalisme calon abdi negara.
"Jadilah peserta yang profesional, berakhlak, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Rini.
Tahun ini, negara membuka alokasi sebanyak 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur kedinasan yang tersebar di sembilan kementerian lembaga penyelenggara.
Pengumuman kelulusan SKD bakal dirilis instansi masing-masing pada rentang September sampai Oktober 2026, sedangkan tes lanjutan diserahkan sepenuhnya ke instansi terkait.
Informasi jadwal dan pengumuman mutakhir dapat dipantau langsung lewat kanal resmi SSCASN BKN.
