Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga memperlihatkan keseriusan penuh guna menyukseskan agenda Motor Listrik Nasional (Molinas) besutan pemerintah. Keseriusan tersebut ditandai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Perusahaan Listrik Negara serta PT Len Industri. Kerja sama strategis ini dirancang guna mematangkan ekosistem charging dan swapping, yaitu integrasi jaringan stasiun pengisian daya serta penukaran baterai dalam payung Molinas.
Prosesi pengesahan kesepakatan bersama itu berlangsung di Jakarta, hari Selasa (27/10). Agenda tersebut diteken langsung jajaran direksi dari ketiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait, serta disaksikan oleh pimpinan Danantara Indonesia.
Pada momen tersebut, Eko Ricky selaku Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga menerangkan, kesepakatan ini merupakan pijakan krusial perseroan untuk mengambil bagian nyata dalam agenda transisi energi tanah air, utamanya pada ranah transportasi roda dua. Kemitraan terpadu ini diyakini mampu memperluas cakupan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menghadirkan sarana mobilitas yang berkesinambungan serta ramah lingkungan untuk seluruh kalangan masyarakat. Lewat kolaborasi ini, perseroan bukan sekadar menyokong program Molinas, melainkan turut mengawal sasaran Net Zero Emission (NZE) Republik Indonesia pada 2060 atau bahkan lebih cepat. "Melalui kolaborasi lintas BUMN ini, kami ingin memastikan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada penyediaan unit kendaraannya saja, tetapi juga didukung oleh ekosistem energi yang handal, mudah diakses, dan merata di berbagai wilayah," tutur Eko dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Eko menguraikan lebih jauh, kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam agenda Molinas bakal dititikberatkan pada penyediaan infrastruktur sektor hilir. Hal ini mencakup pemanfaatan jaringan SPBU maupun titik niaga ritel perseroan yang strategis agar terhubung langsung dengan sarana pengisian daya (charging) serta fasilitas tukar baterai (swapping) motor listrik. Menurut Eko, korporasi sejauh ini telah menggulirkan proyek Green Energy Station (GES) di berbagai pelosok Indonesia guna menopang keberhasilan Molinas. Sampai periode ini, tercatat sebanyak 837 unit SPBU Pertamina sudah bertransformasi menjadi Green Energy Station. Selain itu, telah disiapkan 112 unit EV Charging Station serta 122 unit Battery Swapping Station di kawasan SPBU untuk menjawab kebutuhan armada ramah lingkungan, termasuk roda dua. "Transformasi SPBU menjadi Green Energy Station melalui penyediaan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai ini merupakan wujud nyata kesiapan kami dalam menghadirkan ekosistem energi masa depan yang andal dan mudah diakses oleh masyarakat," sebut Eko.
Integrasi ketiga pilar BUMN tersebut ditargetkan dapat mempercepat lahirnya kemandirian rantai industri kendaraan listrik lokal, sembari menyokong misi pemerintah dalam menekan emisi karbon transportasi secara berkesinambungan. Molinas sendiri adalah terobosan nasional strategis yang dicanangkan era Presiden Prabowo Subianto guna mendirikan kedaulatan industri motor listrik nusantara, dari komponen lokal, perakitan, sel baterai, sampai layanan purnajual. "Melalui kolaborasi strategis antar-BUMN ini, kami optimis ekosistem kendaraan listrik nasional tidak hanya sekadar tumbuh, tetapi benar-benar mandiri dan berdaya saing global demi masa depan energi Indonesia yang lebih bersih," tutup Eko Ricky.
