Sarang Mafia di Italia Digerebek Polisi: Duit Rp 65 Miliar Disembunyikan di Balik Tembok dan Lantai

Posted on

Aparat kepolisian menggelar penggerebekan pada sebuah rumah tinggal di kawasan Naples (Napoli), Provinsi Caivano, Italia, pada hari Senin. Dari aksi tersebut, petugas berhasil mengamankan uang tunai senilai 3,2 juta euro atau setara Rp 65 miliar yang disembunyikan rapi di balik dinding dan lantai.

Melansir laporan CNN International pada Rabu (23/9/2026), tumpukan uang tunai tersebut terdiri dari lembaran pecahan 50 euro. Seluruh uang dibalut plastik selofan, lalu disusun bertingkat di bawah ubin lantai, rongga tembok, serta kompartemen rahasia dalam lemari pakaian.

Tindakan tegas ini merupakan rangkaian operasi pemberantasan kelompok mafia di Italia. Penyelidikan terselubung sudah berlangsung selama beberapa bulan di bawah komando jaksa penuntut umum antimafia Naples, Nicola Gratteri.

Langkah awal aparat dimulai lewat penyadapan telepon genggam milik gembong kejahatan di dalam penjara, yang diselundupkan oleh sanak keluarga tahanan. Anggota mafia tersebut terafiliasi dengan klan Angelino yang tersohor sadis.

Kelompok kriminal ini terindikasi telah menginfiltrasi jajaran birokrasi pemerintahan Caivano, sehingga wilayah itu dijatuhi sanksi pengawasan administrasi peradilan tahun lalu. Situasi tersebut sempat memicu kemarahan kabinet Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni.

Dalam penyergapan pada Senin itu, sebanyak 34 orang turut diringkus aparat. Sejumlah persenjataan beserta perlengkapan peredaran narkotika juga langsung disita dari lokasi.

"Sebagai bukti pentingnya operasi ini, hanya di satu rumah saja, kami menyita uang tunai sebesar 3,2 juta euro serta jam tangan bernilai tinggi," tegas Gratteri merujuk pada temuan 11 unit jam tangan mewah bermerek Rolex.

Selanjutnya, seluruh uang sitaan bakal dialokasikan ke "Dana Keadilan" (Justice Fund) negara demi membantu para korban tindak kejahatan terorganisasi. Ketika evakuasi dilakukan, bundelan uang dibawa keluar memakai ember pel plastik lalu dimuat ke mobil lapis baja.

Di sisi lain, politisi dari barisan oposisi menilai penggerebekan ini membuktikan kelemahan program pemerintah. Pendapat itu disampaikan oleh anggota parlemen Francesco Borrelli yang berasal dari koalisi Aliansi Hijau dan Kiri (Greens and Left Alliance).

"Selama berbulan-bulan kita menyaksikan aksi pamer perdana menteri dan para menterinya, yang mengklaim adanya ‘pembersihan’-yang menurut pandangan kami-sebenarnya digambarkan sebagai kemenangan mutlak atas kejahatan terorganisir. Namun, kenyataan yang terungkap dari penyelidikan ini justru berbeda," pungkasnya.