Pemerintah Daerah Malinau telah merampungkan persiapan festival akbar Irau Malinau ke-12 yang dijadwalkan bergulir sepanjang 20 sampai 26 Oktober 2026. Ajang kebudayaan bergengsi ini bakal diramaikan kehadiran sebanyak 190 pelaku UMKM lokal serta berhasil menembus kalender resmi Karisma Event Nusantara 2026.
MALINAU – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, akan dimeriahkan melalui gelaran pesta budaya Irau Malinau ke-12 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau. Pesta rakyat tahunan ini diagendakan berjalan selama sepekan penuh, dari 20 sampai 26 Oktober 2026, dengan merangkul 190 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, mengungkapkan jika seluruh tahapan persiapan kegiatan telah mendekati rampung secara menyeluruh. “Saat ini prosesnya tinggal tahap akhir pembersihan serta penataan panggung utama. Pada dasarnya daerah kita sangat siap menggelar perhelatan akbar Irau Malinau ke-12,” tutur Ernes di Malinau, Senin.
Ernes memaparkan bahwa perayaan Irau edisi kali ini terasa amat spesial karena berhasil terpilih dalam jajaran 125 agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang dikelola Kementerian Pariwisata. “Penyelenggaraan Irau pada 2026 ini memang telah berkolaborasi dengan program KEN Kementerian Pariwisata, sehingga durasi pelaksanaannya ditetapkan berlangsung selama tujuh hari saja,” bebernya.
Prioritaskan Lapak UMKM Tanpa Stan Pameran Khusus
Berbeda dibanding pelaksanaan tahun-tahun kemarin, festival Irau Malinau ke-12 dipastikan tidak mendirikan stan pameran instansi. Ernes menegaskan bahwa seluruh tempat yang disediakan murni dikhususkan untuk para pedagang kecil. “Untuk edisi sekarang hanya ada stan UMKM, tanpa pameran umum. Sesuai ketentuan yang disepakati bersama, jumlahnya dibatasi 190 UMKM,” paparnya.
Titik pusat kegiatan akan digelar di kawasan Lapangan Pro Sehat Padan Liu’ Burung, Malinau Kota. Keberadaan tenda jualan dibatasi hanya di dalam area lapangan supaya tidak membludak ke badan jalanan seperti tahun terdahulu yang menembus 600 lapak. “Tahun lalu lapak meluas sampai jalan raya hingga mencapai 600 UMKM. Sekarang sengaja kami batasi demi menyesuaikan waktu pelaksanaan,” terang Ernes.
Kendati demikian, atraksi kebudayaan dari beragam suku serta paguyuban di Malinau dipastikan tetap tampil secara bergantian. Pesta ini juga menyuguhkan kejuaraan olahraga tradisional dan pawai budaya yang diperkirakan menyedot partisipasi puluhan ribu orang. “Undangan resmi telah kami kirimkan kepada para tokoh daerah, lembaga adat, serta komunitas paguyuban agar menghadiri rangkaian Irau Malinau, termasuk menyemarakkan parade budaya,” ucapnya.
Penyediaan Tenda Gratis untuk Mendorong Pelaku Usaha
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malinau, Sergius, menuturkan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menyediakan fasilitas 35 tenda bagi pedagang. “Sebanyak 35 tenda tersebut awalnya diprioritaskan bagi UMKM sektor ekonomi kreatif (ekraf), seperti perajin anyaman manik, kain batik khas, kerajinan rotan, serta produk sejenis,” jelas Sergius.
Akan tetapi, pada praktiknya cuma 18 tenda yang dimanfaatkan oleh perajin ekraf. Alhasil, sisa 17 tenda lainnya dialihkan untuk penjual kuliner berdasarkan urutan registrasi satu hingga 17. Pelaku usaha di luar jatah tenda itu diperbolehkan membawa tenda pribadi dengan warna seragam kombinasi biru dan putih sesuai arahan panitia.
Mengenai tarif kepesertaan, Sergius memastikan bahwa panitia membebaskan semua biaya sewa stan tanpa pungutan apa pun. “Puji Tuhan, instruksi Bapak Bupati menegaskan tidak boleh ada pungutan biaya sepeser pun kepada pelaku UMKM. Acara ini sepenuhnya dihadirkan untuk mendongkrak perputaran roda perekonomian warga Malinau,” tutup Sergius mantap.






