Rupiah Terperosok ke Posisi Rp18.038 per Dolar AS pada Jumat Pagi

Posted on

Kurs rupiah bertengger pada level Rp18.038 per dolar AS saat sesi transaksi dibuka pada Jumat (16/10) pagi. Posisi mata uang Garuda tercatat merosot 100 poin atau menyusut 0,56 persen ketimbang penutupan sesi sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah berlangsung berbarengan dengan dinamika valuta regional Asia yang bergerak variatif di hadapan dolar AS. Beberapa mata uang ikut tertekan, seperti yuan China yang tergelincir 0,02 persen serta peso Filipina yang terkikis 0,06 persen.

Koreksi serupa menimpa ringgit Malaysia sebesar 0,04 persen, dolar Singapura yang melemah 0,05 persen, yen Jepang yang jatuh 0,56 persen, dan won Korea Selatan yang turun 0,26 persen.

Pada waktu yang sama, nilai tukar dolar Hong Kong cenderung stagnan tanpa perubahan berarti melawan dolar AS.

Kondisi beragam turut melanda deretan mata uang utama negara maju. Tercatat mata uang euro melorot 0,02 persen, dolar Australia terkoreksi 0,04 persen, dolar Kanada menyusut 0,03 persen, dan franc Swiss terpangkas 0,11 persen. Di sisi lain, pound sterling Inggris berhasil naik tipis 0,01 persen.

Pengamat valuta asing DOO Financial Futures Lukman Leong memprediksi rupiah terus tertekan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan kembali minyak mentah dunia.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakan harga minyak mentah dunia. Dari domestik, sell-off di pasar ekuitas juga masih terus membebani rupiah," papar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Lukman menakar pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp17.900 sampai Rp18.050 per dolar AS.