Respons Usulan Standalone Market MSCI, BEI Petakan Dua Evaluasi Penting

Posted on
banner 336x280

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan adanya dua tugas mendesak yang mesti dirampungkan menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi terkait penyesuaian klasifikasi bursa saham domestik dari kelompok pasar berkembang (emerging market) menuju pasar mandiri (standalone market).

Kendati demikian, otoritas bursa memastikan bahwa jika ditinjau dari kapasitas perdagangan maupun besaran nilai transaksi, pasar saham Tanah Air sejatinya masih sangat layak berada pada level emerging market.

banner 468x60

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menerangkan bahwa terdapat dua poin utama yang dijadikan perhatian oleh pemodal internasional dalam dokumen peninjauan MSCI itu, yakni tingkat efektivitas pembenahan pasar serta ketegasan penegakan hukum (enforcement).

"Memang concern MSCI paling tidak dua. Pertama effectiveness, kami tentunya mereka ingin evidence-evidence, ukuran-ukuran bagaimana reformasi ini berdampak terhadap market. Itu yang akan kami perkuat, ya akan kami lengkapi," tutur Iding saat ditemui jurnalis di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

"Kemudian yang kedua ada enforcement. Enforcement ini memang ditanyakan juga dan saya kira itu akan nanti dijelaskan oleh OJK ya, karena mereka juga saya yakin tengah berproses untuk melakukan enforcement," sambungnya.

Lebih lanjut Iding menguraikan bahwa pengungkapan keterbukaan data oleh otoritas bursa, seperti struktur kepemilikan efek hingga rincian profil pemodal, tidak cuma dapat dipantau masyarakat, melainkan juga berfungsi memperkokoh pengawasan pasar (surveillance).

Dirinya menambahkan seluruh catatan statistik tersebut ke depan menjadi pijakan utama bagi pihak OJK guna menindak tegas indikasi praktik manipulasi pasar (market manipulation) maupun transaksi semu terencana (coordinated trading).

Pada kesempatan serupa, Iding kembali menggarisbawahi bahwa kekuatan pasar modal Indonesia secara fundamental dan perputaran transaksi harian tetap berada di tingkatan emerging market.

"Kalau bicara skala, kita ada di emerging market. Tapi tentunya MSCI tidak hanya berbicara terkait skala, tapi ada hal-hal lain yang kita tidak tahu secara detail, tapi quality dari market seperti transparency, integrity itu juga menjadi pertimbangan," jelas Iding.

Lantaran pertimbangan tersebut, wacana pemberian status Standalone Market dari MSCI dinilai murni sebagai proses asesmen mutu pasar, bukan penurunan atas volume maupun nilai transaksi bursa saham nasional.

Maka dari itu, pihak BEI bersiap melayangkan permohonan kejelasan detail kepada MSCI sekaligus menyusun kumpulan bukti keberhasilan regulasi demi menjawab segala keraguan para pengelola dana internasional.

"Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk memperbaiki apa yang masih kurang, menutup gap-nya, menutup barrier-barrier-nya yang masih ada apa, sehingga apa yang menjadi concern MSCI dan juga investor global bisa dipenuhi," pungkas Iding.

banner 336x280