Ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi sasaran gempuran drone Rusia yang merenggut dua korban jiwa serta mencederai 25 warga sipil. Rentetan ledakan dan kepulan asap pekat tampak membubung di berbagai sudut kota.
Asap tebal menyelimuti langit Kota Kyiv menyusul serangan pesawat nirawak tempur Rusia di tengah bara perang yang terus berkecamuk antara kedua pihak, Rabu (23/9/2026). Serangan udara tersebut menerjang area jantung ibu kota pada siang bolong, memicu dentuman keras di sejumlah penjuru wilayah serta kobaran asap di beberapa lokasi.
Kondisi pusat kota Kyiv diwarnai dengungan pesawat tanpa awak, letusan pertahanan antiserangan udara, hingga gumpalan asap tebal yang membubung tinggi di batas cakrawala.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengonfirmasi sedikitnya dua orang tewas akibat insiden mengerikan itu. Sementara itu, 25 korban mengalami luka-luka, dengan 17 korban cedera di antaranya langsung dilarikan ke rumah sakit demi penanganan medis darurat.
Serangan mematikan ini menghantam hanya berselang sehari usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengutarakan kesediaannya bertatap muka langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat forum trilateral bersama Presiden AS Donald Trump.
Zelensky meletakkan harapan agar Washington mampu mendesak pihak Moskow duduk kembali di meja negosiasi damai.
Kendati demikian, pihak Kremlin bersikukuh bahwa Zelensky wajib terbang ke Moskow guna melangsungkan dialog itu. Syarat sepihak Rusia tersebut terus-menerus ditampik pihak Kyiv, yang menegaskan pembicaraan bilateral semestinya diselenggarakan di wilayah negara netral.








