Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong peningkatan kontribusi nyata Inter-Parliamentary Union (IPU) dalam menegakkan perdamaian dunia serta sistem tatanan internasional yang berkeadilan di tengah rumitnya situasi geopolitik.
ARUSHA – Pemimpin DPR Republik Indonesia, Puan Maharani, secara terbuka meminta Inter-Parliamentary Union (IPU) mengambil peranan lebih besar demi mengupayakan perdamaian dan keadilan global. Gagasan tersebut diutarakannya secara langsung saat menghadiri gelaran Sidang IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, Jumat lalu.
Partisipasi Puan di panggung parlemen dunia ini bersamaan dengan penunjukan Milton Dick, yang menjabat Ketua DPR Australia, menjadi Presiden IPU ke-32. “Kehadiran saya di sini merupakan cerminan dukungan pribadi dan dukungan parlemen Indonesia terhadap pemilihan presiden IPU,” tutur Puan.
Puan menyatakan tonggak kepemimpinan baru IPU memegang andil teramat krusial menghadapi pergeseran lanskap global. Menurut pandangannya, organisasi parlemen sejagat ini wajib melipatgandakan ikhtiar dalam menjawab problematika geopolitik yang kian rumit, termasuk persoalan ekonomi dan sosial budaya yang berimbas luas pada masyarakat dunia.
Kedudukan Strategis Lembaga Legislatif
Lewat pemaparannya, Puan menggarisbawahi posisi strategis yang diemban parlemen sebagai jembatan penghubung antara aspirasi rakyat dan pemegang kekuasaan negara. Institusi legislatif memikul mandat guna menyalurkan suara masyarakat ke instrumen undang-undang, anggaran, skema pengawasan, serta beragam kebijakan publik.
Dirinya turut mempertegas bahwa tanggung jawab dewan perwakilan rakyat tidak berhenti pada penyusunan regulasi apik secara administratif semata, melainkan wajib menjamin penerapannya betul-betul berdampak nyata bagi kemakmuran warga. “Oleh karena itu, IPU menyediakan ruang bagi kita untuk menyuarakan kepentingan bersama, khususnya dalam memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, dan peran parlemen dalam mengatasi tantangan global,” tegas politisi tersebut.
Rekap Perolehan Suara Pemilihan Presiden IPU
Melalui proses pemungutan suara yang cukup kompetitif, Milton Dick sukses menduduki kursi presiden usai merengkuh 56 persen suara. Di sisi lain, Ketua Parlemen Azerbaijan, Sahiba Gafarova, mendulang 33 persen suara, adapun sisa suara lainnya diraih Senator Chile Rojo Edwards Silva. Rangkaian Sidang IPU ke-153 yang digelar sejak 5 sampai 9 Oktober ini membawa tema “Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Memberdayakan Masyarakat melalui Inklusivitas, Kepercayaan, dan Peluang untuk Semua”.
Materi berita ini diproses dengan pemanfaatan teknologi AI.






