Pemerintah Kabupaten Batang menegaskan pengerjaan lintasan lari di Stadion Moh Sarengat dengan anggaran Rp9,26 miliar tuntas pada Oktober 2026, disertai sistem penerangan khusus guna menunjang aktivitas fisik di malam hari.
BATANG – Otoritas Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memberikan kepastian terkait pembangunan sarana lintasan jalan santai serta lari (jogging track) di kawasan Stadion Moh Sarengat berbiaya Rp9,26 miliar yang dijadwalkan rampung Oktober 2026 mendatang. Keberadaan fasilitas publik ini disiapkan demi menunjang kenyamanan sekaligus keamanan masyarakat ketika berolahraga, entah saat fajar maupun malam hari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, menuturkan bahwa arena lari tersebut bakal dipasangi instalasi penerangan memadai. Hal tersebut dilakukan agar warga sekitar memiliki keleluasaan waktu untuk berolahraga tanpa hambatan gelapnya malam.
"Kami berharap setelah pengelolaan diserahkan ke Disparpora (Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga), fasilitas ini bisa dimanfaatkan optimal oleh para atlet sekaligus masyarakat umum untuk menjaga kebugaran," kata Endro saat berada di Batang, hari Senin.
Dorong Realisasi Kawasan Pusat Olahraga Terpadu
Pihak pemerintah daerah menargetkan kawasan Stadion Sarengat bertransformasi menjadi pusat aktivitas kepemudaan, sarana olahraga, serta wahana rekreasi bagi keluarga (sport center). Konsep pengembangan kawasan terpadu tersebut diyakini sanggup menggairahkan geliat perekonomian masyarakat melalui partisipasi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penjual aneka makanan serta minuman di sekeliling luar stadion diproyeksikan menerima imbas positif berkat ramainya interaksi masyarakat yang berdatangan ke area publik tersebut.
Menyusul terselesaikannya sarana jogging track, DPUPR pada tahun berjalan berencana merehabilitasi area bagian dalam stadion. Kemudian, menginjak Tahun Anggaran 2027, agenda pembangunan bakal menyasar pengerasan lantai parkir kendaraan, peremajaan tata lanskap luar, dan penataan taman penunjang.
Sesuai Regulasi Nasional Serta Imbauan Pemeliharaan
Ditinjau dari aspek teknis, rancang bangun trek lari ini disesuaikan sepenuhnya dengan acuan sarana keolahragaan tingkat nasional. Pekerjaan fisik tersebut pun mencakup masa garansi pemeliharaan oleh pihak kontraktor selama kurun waktu lima tahun demi memastikan mutu konstruksi.
Menyadari ketahanan material jogging track memerlukan perhatian tersendiri, Endro meminta masyarakat tertib menjaga kebersihan lingkungan. Dirinya pun memperingatkan para pengunjung agar senantiasa menggunakan sepatu khusus lari (running shoes) saat melintas.
"Lintasan ini memiliki peruntukan khusus. Kami meminta kesadaran warga untuk menggunakan sepatu lari yang sesuai agar kondisi fisik sintetis atau material lintasan tidak cepat rusak dan bisa bertahan lama," tuturnya.
Materi berita ini dirangkum memanfaatkan sistem kecerdasan buatan.






