Kuala Lumpur – Siti Hasmah Mohamad Ali, pendamping hidup mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, telah berpulang ke hadapan Sang Khalik pada umur 100 tahun, Senin pagi. Beliau mengembuskan napas penghabisan di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, kira-kira pukul 09.20 waktu setempat.
Berita duka tersebut dipastikan oleh sang putra, Mokhzani Mahathir, saat dihubungi kantor berita nasional Bernama. Wafatnya Siti Hasmah meninggalkan kepedihan mendalam untuk kerabat besar dan segenap publik Malaysia, yang sempat memperingati hari ulang tahun beliau yang ke-100 pada tanggal 12 Juli 2026 lampau.
Pada bulan Agustus kemarin, Siti Hasmah pun sempat meraih penghargaan bergengsi dari badan ASEAN Records. Sosoknya bersama Mahathir diakui secara resmi sebagai pasangan tertua yang masih hidup dari figur mantan perdana menteri.
Mahathir, yang kala ini menginjak usia 101 tahun, mengabarkan peristiwa duka cita ini lewat akun jejaring sosial pribadinya. Beliau membagikan potret mendiang istri diiringi bait doa permohonan ampunan, limpahan karunia rahmat, serta ketenangan abadi bagi almarhumah. Unggahan penuh haru tersebut langsung mengundang simpati ratusan ribu warganet Negeri Jiran dalam kurun waktu singkat.
Mengenal Sosok Siti Hasmah
Siti Hasmah menuntut ilmu pada bidang kedokteran di King Edward VII College of Medicine, Singapura. Kampus inilah yang mempertemukan dirinya dengan Mahathir hingga keduanya memutuskan mengikat janji suci pernikahan pada tahun 1956 silam.
Almarhumah mencetak sejarah penting sebagai wanita perdana yang diangkat mengisi posisi pejabat medis pemerintah di Kedah, kampung halaman Mahathir. Tidak cuma berfokus pada pekerjaan dokter, Siti Hasmah juga mendedikasikan energinya menyuarakan beragam kepedulian sosial kemasyarakatan serta sektor medis publik.
Dirinya memaksimalkan kapasitas selaku istri kepala pemerintahan untuk menggaungkan kesadaran pemeliharaan kesehatan ibu melahirkan, program keluarga berencana, penanggulangan narkoba, peningkatan literasi baca, dan perawatan kejiwaan. Mahathir tercatat mengemban tampuk kepemimpinan Malaysia dalam dua masa jabatan, yakni kurun waktu 1981-2003 dan fase 2018-2020.
Ikatan perkawinannya dengan Mahathir dikaruniai tujuh orang anak, di antaranya aktivis sekaligus sastrawan Marina Mahathir serta bekas pejabat Menteri Besar Kedah Mukhriz Mahathir. Rumah tangga pasangan panutan ini tepat menyentuh angka 70 tahun pada Agustus 2026.
Melalui buku kenangan yang diluncurkan pada 2016 berjudul My Name is Hasmah, almarhumah melukiskan Mahathir selaku sosok panutan luar biasa. Beliau melabelinya sebagai “pahlawan” setia yang terus mengulurkan pertolongan sewaktu melewati masa-masa berat menempuh sekolah kedokteran.
Pemakaman Tingkat Kenegaraan
Jasad Siti Hasmah dipindahkan menuju rumah duka keluarga di Seri Kembangan, kawasan Selangor, usai diberangkatkan dari fasilitas Institut Jantung Negara kurang lebih pukul 11.15 siang. Deretan pesohor dan tokoh politik Malaysia tiba untuk melayangkan salam belasungkawa.
Bekas Perdana Menteri Muhyiddin Yassin serta Rosmah Mansor, pendamping mantan PM Najib Razak, turut terlihat datang melayat ke lokasi persemayaman. Pemimpin pemerintahan Malaysia saat ini, Anwar Ibrahim bersama sang istri, Wan Azizah Wan Ismail, pun hadir memberikan penghormatan terakhir secara langsung.
Anwar menggambarkan figur almarhumah Siti Hasmah sebagai tokoh bertutur kata santun, namun menyimpan keteguhan jiwa, bermental baja, serta senantiasa memperhatikan kesejahteraan khalayak luas bagaikan seorang ibu pengasih. Mendiang Siti Hasmah akhirnya dikebumikan melalui upacara kehormatan kenegaraan di areal Makam Pahlawan Negara sekitar jam 18.36 waktu setempat.







