Jakarta, CNBC Indonesia – Peletakan batu pertama atau groundbreaking tujuh megaproyek strategis bernilai US$ 6,8 miliar atau setara Rp 121,8 triliun (kurs Rp 17.917 per US$) resmi dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pembangunan ini menjadi bagian integral dari agenda 11 proyek hilirisasi terintegrasi di kawasan tersebut yang total investasinya mencapai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 180 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memaparkan bahwa seluruh infrastruktur industri yang mulai digarap ini ditujukan guna memperkokoh rantai pasok material baterai kendaraan listrik hingga sektor energi hijau ramah lingkungan.
"Senilai US$ 6,8 miliar dolar melaksanakan seremonial peletakan batu pertama material komponen baterai, aluminium, hingga truk listrik untuk pertambangan, dan akan tercipta lebih dari 10.000 lapangan pekerjaan," jelas Rosan ketika memberikan laporan resmi di area IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (7/10/2026).
Deretan investasi anyar yang memulai tahapan konstruksi ini meliputi pabrik pengolahan bahan baterai berbasis nikel, fasilitas separator baterai mobil listrik perdana di tanah air, dua unit pabrik aluminium elektrolit, manufaktur kendaraan berat elektrik untuk operasional tambang, hingga produksi photovoltaic glass bagi sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
"Kemudian yang akan digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV dan ini adalah yang pertama, elektrik baterai EV, dan juga aluminium elektrolit ada dua, dan juga alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energi industri, Bapak Presiden," ucapnya menambahkan.
Semua fasilitas manufaktur tersebut terintegrasi di dalam zona industri seluas 3.000 hektare yang ditopang ketersediaan pasokan daya listrik terpasang serta dalam pembangunan yang melampaui 7,1 Giga Watt (GW).
"Jadi ini akan menjadikan ekosistem secara menyeluruh sudah ada di sini, kita akan menjadi rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Dan tentunya seperti yang Bapak sampaikan, hilirisasi ini ujungnya adalah industrialisasi," tegas Rosan.
Berikut merupakan rincian proyek yang diresmikan Presiden Prabowo di IWIP, Kamis (8/10/2026):
– Pengapalan ekspor olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP) besutan PT Blue Sparking Energy
– Suplai komponen baterai nickel manganese cobalt (NMC) serta lithium ferro phosphate (LFP) produksi PT REPT Batero Indonesia
– Produksi aluminium elektrolitik PT Pioneer Aluminium Industries
– Perakitan alat berat elektrik PT XCMG Indonesia Manufacturing.
Proyek Groundbreaking Hilirisasi:
– PT Guang Ching Nickel Cobalt
– PT Inno Prima Material
– PT Tinci Materials Indonesia
– PT Weda Bay Aluminium
– PT Bintang Karya Aluminium
– PT Flat Solar Energy Indonesia
– PT Foton Guangqing Motor Indonesia








