Aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota berhasil menciduk juru mudi armada truk molen beridentitas Tumijan, sosok yang menyebabkan insiden tabrakan maut di sekitar halte Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi. Kejadian tragis tersebut telah merenggut enam nyawa manusia.
"Pihak kepolisian sudah meringkus sopir truk dengan inisial TM yang ditengarai terseret dalam insiden nahas tersebut," tutur pucuk pimpinan Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Putu Kholis Aryana, pada Minggu (1/11/2026).
Kombes Putu mengonfirmasi bahwasanya pengemudi kendaraan pengaduk semen tersebut sekarang tengah melewati agenda interogasi di Markas Polres Metro Bekasi Kota berkapasitas sebagai seorang saksi. Pihaknya tak menampik adanya peluang peningkatan status hukum bagi yang bersangkutan menjadi tersangka tindak pidana.
"Pastinya jikalau segenap alat bukti terpenuhi dan kasus ini sah naik menuju level penyidikan lanjutan, sangat terbuka peluang kedudukannya dinaikkan statusnya menjadi seorang tersangka," jelasnya secara tegas.
Aparat berwenang pun terus merampungkan aktivitas olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan benda pembuktian, sembari mengorek keterangan dari pelbagai saksi mata yang berada di sekeliling area kecelakaan. Tiap rangkuman data bakal difungsikan demi kepentingan pengusutan dan penanganan perkara hukum ini.
Selain itu, petugas kepolisian giat menyelidiki aspek kelayakan armada bermotor yang dikemudikan Tumijan, terkhusus soal rekam jejak perawatan maupun pemeliharaan mesin rutin, serta pembuktian status kelulusan uji KIR resmi berdasarkan regulasi.
"Kelengkapan dokumen kendaraan juga bakal kami bedah mendalam untuk melengkapi tahapan proses pengusutan kasus," ungkap Putu seperti disiarkan Antara.
Menghitung total keseluruhan dua belas korban, enam jiwa terluka dan enam warga dinyatakan tewas dunia. Raga para korban tewas segera dievakuasi ke fasilitas medis. Satu jenazah dirujuk ke RS Siloam Rawa Panjang, sementara lima korban meninggal dunia lainnya ditempatkan di RSUD Kota Bekasi.
Di sisi lain, sebanyak enam korban cedera sampai kini terus memperoleh penanganan medis intensif di dua rumah sakit. Empat korban menjalani perawatan di RS Juwita, dan dua korban luka dievakuasi ke RS Siloam Rawa Panjang.
Rangkaian Urutan Peristiwa
Berdasarkan keterangan saksi, Kombes Putu menuturkan reka kronologi bermula saat kendaraan molen berjalan melaju dari wilayah timur mengarah ke barat melalui lintasan turunan sebelum tiba di lokasi kejadian. Di saat yang sama, truk bernomor polisi B 9548 MV tersebut disinyalir mengalami malafungsi pada komponen pengereman.
Menghadapi kondisi darurat tersebut, pengemudi berusaha membelokkan roda kemudi ke tepi dinding pembatas antara area kampus BSI dengan Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Bekasi.
Kendati demikian, laju kendaraan disinyalir sukar dikendalikan imbas kerusakan mekanisme pengereman, sehingga truk molen menghantam dua belas warga yang sedang menunggu angkutan di halte depan pintu gerbang kampus BSI Kota Bekasi.
Ikuti terus kabar teranyar dan terpercaya di kanal Berita Liputan6.






