Perluas Pasar UMKM Kota Banjar, Pemanfaatan Ekosistem Afiliasi Dorong Pendapatan Masyarakat

Posted on
banner 336x280

Pengembangan ekosistem afiliasi kini semakin dipacu demi memperlebar jangkauan komersial produk-produk UMKM lokal.

Penguatan sistem pemasaran daring dinilai mampu menciptakan sumber pemasukan alternatif bagi khalayak luas sekaligus mendongkrak akses pemasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Kota Banjar. Terobosan nyata ini terwujud berkat sinergi strategis antara produsen Makaroni Eneng (Menengs) dengan pemasar digital nasional, Katabroto. Kemitraan Menengs dan Katabroto secara aktif mempercepat laju transformasi teknologi bagi para pegiat UMKM melalui pengoptimalan sistem pemasaran afiliasi.

Bekerja sama erat dengan praktisi pemasaran Katabroto, jenama Menengs menyelenggarakan pelatihan Workshop Affiliate & Partnership yang berhasil menjaring keterlibatan sekitar 150 peserta dari pelbagai penjuru Nusantara. Acara edukatif yang berlangsung di RM Selma, Kota Banjar, pada Minggu (26/7/2026) tersebut menjadi instrumen penting guna mendalami ilmu niaga digital sekaligus membuka potensi penghasilan riil dari jejaring afiliasi komersial.

Sebanyak 75 persen dari total hadirin dalam forum tersebut berstatus sebagai penduduk asli Kota Banjar. Sementara itu, sisa peserta berasal dari bermacam kawasan luar kota, mencakup wilayah Jakarta, Bandung, Bekasi, hingga provinsi Jawa Tengah.

Pemilik Menengs, Fatimah Azzahra, menegaskan bahwa agenda besar ini diselenggarakan bukan sekadar berfokus pada lonjakan transaksi produk Menengs semata, melainkan juga menyalurkan literasi kewirausahaan digital kepada publik tentang taktik menjual komoditas melalui kanal internet.

“Dari 150 peserta, sekitar 75 persennya merupakan warga yang berdomisili di Kota Banjar. Diharapkan melalui pelatihan affiliate ini, masyarakat semakin memahami pemasaran secara online dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan melalui komisi dari penjualan produk,” ujar Fatimah dalam keterangan, Senin (21/9/2026).

Fatimah menambahkan, jalinan kemitraan terpadu yang melibatkan pihak Menengs, Katabroto, kalangan afiliator, asosiasi HIPMI, serta jajaran pemda setempat diproyeksikan sanggup menjelma lokomotif utama untuk mengantarkan aneka barang komoditas khas Banjar menuju cakupan pasar yang jauh lebih menyeluruh.

Tidak sebatas mengangkat pamor produk Menengs, mekanisme pemasaran afiliasi pun dianggap sangat ideal dalam memperkenalkan komoditas unggulan buatan para pengrajin Banjar kepada konsumen luar wilayah, hingga merambah peta perdagangan nasional.

“Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen Menengs dalam mendorong transformasi ekonomi daerah menuju era digital yang berdaya saing. Di tengah tantangan ekonomi, pemasaran online bisa menjadi salah satu alternatif bagi pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen di luar Kota Banjar,” katanya.

Di sisi lain, narasumber yang membagikan bimbingan teknis, Katabroto alias Hendra Permana Putra, menuturkan rekam jejak perjuangannya dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah di ranah digital. Hendra menghabiskan masa kanak-kanak di Lampung sampai lulus jenjang SMP, meneruskan bangku SMA di Sukabumi, lalu memilih merantau ke Jakarta guna bekerja dan berkeluarga.

Riwayat pekerjaan Hendra melewati rintangan berliku. Ia sempat meniti karier sebagai pegawai toko ritel, kemudian memberanikan diri merintis bisnis mandiri yang berujung kebangkrutan. Demi mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya, Hendra rela beralih profesi menjadi mitra ojek online.

Titik balik kehidupannya bermula sewaktu ia memutuskan pindah ke Bogor dan mendalami profesi kreator konten digital beserta model pemasaran afiliasi.

Kurang lebih selama rentang 11 bulan ke belakang, Hendra mendedikasikan waktu mendalami aktivitas afiliasi hingga sukses merestrukturisasi kondisi perekonomian pribadinya. Pengalaman berharga itulah yang mendorongnya giat mentransfer wawasan praktis kepada masyarakat yang ingin memanfaatkan perangkat digital sebagai ladang cuan tambahan.

“Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, baik afiliator maupun seller. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memahami strategi dan mengikuti aturan dalam berjualan sebagai affiliator,” ujar Katabroto.

Dirinya berpendapat bahwa strategi pemasaran ini sangat pas dijadikan opsi bagi kalangan yang berkeinginan memasuki dunia perniagaan maya dengan beban modal terjangkau. Walau begitu, keberhasilan tetap menuntut dedikasi waktu, ketekunan berkarya, kelihaian memproduksi materi visual, serta ketaatan pada pedoman algoritma tiap kanal media.

“Berstatus pengangguran pun bukan berarti tidak memiliki peluang. Dengan memanfaatkan handphone dan platform digital, seseorang bisa belajar membuat konten, mempromosikan produk dan memperoleh komisi dari penjualan. Tetapi semuanya tetap membutuhkan proses dan kerja keras,” katanya.

Kepala Bagian Perekonomian, Sumber Daya dan Pembangunan Setda Banjar, Neneng Widya Hastuti, turut menyampaikan apresiasi positif terhadap langkah konkret Menengs dalam mengedukasi masyarakat luas.

IFG Life Bayarkan Klaim Rp9,4 Triliun, Premi Tumbuh 32,87 Persen

Ekosistem Affiliate Buka Peluang Pasar dan Pendapatan bagi UMKM Banjar

Bahlil: Pemerintah Mulai Susun Roadmap Pengembangan E50

Investor Pasar Modal Tembus 31,6 Juta, Ajaib Perluas Edukasi ETF

Amran Sebut Kenaikan Harga Beras tak Seharusnya Terjadi Saat Stok Melimpah