Perkuat Ketahanan Siber Nasional, Indonesia Siapkan Teknologi Kriptografi Antisipasi Komputasi Kuantum

Posted on
banner 336x280

Sistem kriptografi generasi terbaru mulai dirancang guna memproteksi berbagai aktivitas transaksi elektronik secara optimal.

JAKARTA — Kemajuan pesat dalam bidang komputasi kuantum kian memacu urgensi penguatan infrastruktur proteksi informasi serta lalu lintas transaksi digital di Tanah Air. Kehadiran teknologi mutakhir tersebut diprediksi berpotensi menembus sistem enkripsi konvensional yang dipakai saat ini, sehingga langkah preventif sangat dibutuhkan demi menjaga kerahasiaan data dalam rentang waktu yang panjang.

Metode strategis yang kini tengah dimatangkan adalah post-quantum cryptography (PQC), yakni sebuah terobosan enkripsi yang diformulasikan khusus untuk menangkal ancaman komputasi kuantum masa depan. Pembangunan infrastruktur pengamanan ini merupakan pilar esensial dalam memperkokoh benteng keamanan siber nasional, terlebih ketergantungan publik maupun sektor bisnis terhadap ekosistem digital kian mendalam dari waktu ke waktu.

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersepakat menjalin kemitraan strategis guna mematangkan teknologi PQC lewat peresmian nota kesepahaman bersama. Upaya kolaboratif ini terhimpun dalam gerakan Quantum-Safe Indonesia, sebuah inisiatif terpadu yang menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta sokongan Danantara Indonesia.

Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut dilangsungkan di sela agenda Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta, Selasa (27/10/2026). Kerja sama ini secara resmi diteken oleh Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko bersama Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno.

Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko memaparkan bahwa kesiapan institusi dalam merespons komputasi kuantum menjadi kunci vital guna merawat kepercayaan masyarakat terhadap platform digital. Teguh menggarisbawahi bahwa peningkatan proteksi mutlak diperlukan pada sektor layanan identitas digital, sertifikat elektronik, tanda tangan digital, serta keabsahan dokumen elektronik.

“Sebagai bagian dari ekosistem digital trust nasional, PERURI melihat kesiapan menghadapi era post-quantum sebagai bagian penting dari penguatan kepercayaan dalam layanan digital. Kolaborasi ini membuka ruang untuk menggabungkan kapabilitas digital trust, cybersecurity, dan teknologi kriptografi dalam pengembangan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Teguh dalam siaran pers, Rabu (28/10/2026).

Cakupan kesepakatan tersebut meliputi riset mendalam teknologi PQC, evaluasi berkala ketahanan sistem keamanan, hingga pengaplikasian langsung pada ekosistem platform digital. Selain itu, kedua BUMN ini berkomitmen meningkatkan kapabilitas dan kapasitas sumber daya manusia demi menghadapi pergeseran lanskap keamanan informasi di masa mendatang.

Dalam penerapannya di lapangan, Peruri dan Telkom akan menyinergikan kekuatan masing-masing dengan tetap berpatokan pada pedoman standar keamanan siber dari BSSN. Sementara itu, Danantara Indonesia berperan aktif memfasilitasi koordinasi lintas entitas demi terwujudnya keharmonisan ekosistem proteksi digital di tingkat nasional.

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menuturkan bahwa laju teknologi kuantum wajib diantisipasi seawal mungkin demi keberlanjutan arsitektur keamanan data digital jangka panjang. Menurutnya, korporasi perlu memetakan ketahanan kriptografi internal sebelum merumuskan strategi penanganan risiko secara menyeluruh.

“Perkembangan teknologi kuantum harus dipandang sebagai isu kesiapan jangka panjang bagi ekosistem digital. Melalui kolaborasi dengan BSSN, PERURI, dan dukungan orkestrasi Danantara, Telkom ingin ikut membangun capability yang memungkinkan organisasi memahami kondisi aset kriptografinya, menilai tingkat kesiapan, dan mempersiapkan langkah mitigasi secara lebih terstruktur. Penandatanganan hari ini merupakan strategic foundation, sementara implementasi teknisnya akan terus didalami bersama para pihak,” ujar Nanang.

Nanang kembali menegaskan bahwa nota kesepahaman ini berfungsi sebagai pijakan permulaan sinergi strategis dan belum masuk pada ranah eksekusi teknis operasional. Rincian pengembangan komputasi kuantum tersebut nantinya bakal dibahas intensif bersama pemangku kepentingan.

Lewat inisiatif terintegrasi Quantum-Safe Indonesia, sinergi multipihak ini diharapkan mampu mempersiapkan benteng pertahanan digital nasional menghadapi lompatan komputasi kuantum. Kesiapan komprehensif tersebut sangat dibutuhkan demi menjamin keamanan data, kestabilan transaksi elektronik, serta keberlangsungan ekosistem digital Indonesia.

Indonesia Kembangkan Teknologi Kriptografi Hadapi Era Komputasi Kuantum

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Kelola Keuangan Bisnis Kini Bisa Lewat Ponsel

AstyFarm Kini Jangkau 42 Kota di Indonesia Sejak Gabung Tokopedia-TikTok Shop

Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.200, BI Ungkap Faktor-faktornya

Pakar Dorong Pembagian Peran BLU dan Pertamina Impor Migas