Potensi pasar Muslim kini menghadirkan jalan baru bagi kemitraan strategis antara Indonesia dan Makau.
Pemerintah Indonesia bersama otoritas Makau mulai mendalami kolaborasi di bidang perniagaan, penanaman modal, pariwisata ramah Muslim, serta sektor produk halal. Langkah penjajakan ini terlaksana melalui lawatan resmi rombongan delegasi Makau ke Jakarta di bawah pimpinan Chief Executive Macao SAR Sam Hou Fai sepanjang September 2026.
Salah satu agenda utama lawatan ini ialah gelaran Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar (Indonesia) yang berlangsung di Jakarta pada 1 September 2026. Merujuk pada rilis pers resmi per Senin (21/9/2026), PT HOP Dharma Indonesia bertindak sebagai pihak fasilitator seluruh rangkaian acara dan forum bisnis delegasi tersebut.
Pertemuan bisnis skala besar ini sukses menghadirkan lebih dari 400 delegasi lintas sektor, mulai dari jajaran birokrasi, pebisnis, asosiasi industri, hingga pegiat pariwisata. Sepanjang acara, PT HOP Dharma Indonesia mengawal lebih dari 120 sesi temu bisnis yang berbuah penandatanganan 36 nota kesepahaman kerja sama.
Poin-poin kesepakatan tersebut mencakup bidang kepariwisataan, industri MICE, inovasi teknologi mutakhir, pengobatan herbal tradisional, serta perluasan aneka layanan komprehensif bagi konsumen Muslim.
Selain itu, PT HOP Dharma Indonesia turut mendampingi perwakilan Makau dan Tiongkok daratan berkunjung ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pembicaraan terfokus pada potensi produk halal, kepatuhan tata kelola administratif, serta regulasi sertifikasi halal agar produk asal Makau siap beredar di Indonesia.
Di samping urusan sertifikasi halal, rombongan juga memantau prospek kemitraan medis. Mereka mendatangi fasilitas Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) kepunyaan Kemenkes RI guna mempelajari riset genomik, disusul kunjungan langsung ke Mandaya Royal Hospital Puri untuk melihat operasional rumah sakit modern nasional.
Rangkaian lawatan kerja ini ditutup dengan peninjauan fasilitas korporasi lokal, meliputi PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Kimia Farma Tbk., serta pusat produksi manufaktur Kapal Api Group di Karawang demi mengamati kapabilitas teknologi perindustrian Indonesia.


