Perkuat Akuntabilitas Perusahaan, PAM Jaya Optimalkan Manajemen Kearsipan

Posted on
banner 336x280

Kerapian sistem dokumentasi mempermudah pelacakan alur putusan serta operasional bisnis.

JAKARTA — Manajemen kearsipan kini menjadi pilar utama dalam perbaikan tata kelola di lingkungan PAM Jaya demi mempertahankan kredibilitas korporasi. Pengorganisasian berkas secara terstruktur sangat dibutuhkan agar histori seluruh ketetapan, aktivitas kerja, hingga dinamika operasional perusahaan dapat ditinjau ulang sekaligus dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan bahwa penataan dokumen melampaui urusan tata usaha perkantoran biasa. Administrasi berkas yang rapi merupakan kebutuhan mendasar guna menjamin ketersediaan data terkait aneka program dan kebijakan internal badan usaha milik daerah tersebut.

“Bagi PAM Jaya, pengelolaan arsip bukan sekadar urusan administrasi, tetapi bagian penting dari tata kelola perusahaan yang baik,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Arief menambahkan, penyimpanan dokumen secara teratur mempermudah perusahaan memelihara jejak historis agenda institusi beserta pola penetapan arah kebijakan. Rekaman data yang terjaga rapi juga berfungsi sebagai rujukan utama ketika menelusuri informasi maupun menyusun pertanggungjawaban legal institusi.

Kini PAM Jaya konsisten memperkuat mutu pemeliharaan berkas melalui langkah proteksi, pengamanan fisik dokumen, serta pelestarian jangka panjang. Aksi terpadu ini diwujudkan demi menjamin keutuhan riwayat data sekaligus mendorong terciptanya kedisiplinan alur operasional di tubuh perusahaan secara menyeluruh.

Langkah modernisasi bidang kearsipan tersebut sukses meraih predikat AA dengan predikat Sangat Memuaskan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Pengujian performa tersebut digelar pada rentang Juni sampai Juli 2026 yang menyasar sebanyak 15 badan usaha milik daerah (BUMD) di ibu kota.

PAM Jaya tercatat menjadi salah satu dari delapan BUMD yang membawa pulang Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 pada gelaran Festival Pustakarsa 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti konkret atas standar tinggi pengelolaan data fisik maupun digital yang dijalankan perusahaan.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengelolaan dokumen, dan memastikan setiap proses bisnis berjalan secara tertib serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arief.

Pada kesempatan serupa, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memandang urusan arsip serta penguatan literasi memegang peranan krusial bagi kesinambungan transformasi Jakarta. Pertumbuhan kawasan metropolitan menurutnya harus ditopang warga yang mudah memperoleh wawasan, rekaman fakta, dan referensi berharga.

“Sebagai kota global, Jakarta tidak cukup hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi harus didukung masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya. Literasi, kearsipan, dan sastra memiliki peran penting dalam membangun masyarakat tersebut,” kata Rano.

Ajang Festival Pustakarsa 2026 mengusung kerangka kerja GLAM yang menyatukan galeri, perpustakaan, arsip, beserta museum. Gagasan ini menggarisbawahi urgensi pemeliharaan khazanah ilmu pengetahuan dan perlindungan berkas bersejarah dalam ekosistem kehidupan publik.

Lewat pembaruan sistem data kearsipan, PAM Jaya berharap mampu memelihara kedisiplinan administrasi internal sekaligus mengokohkan keterbukaan publik. Arsip yang terorganisir rapi menjadi fondasi utama dalam menjamin setiap langkah aksi korporasi memiliki landasan pertanggungjawaban yang transparan.

PAM Jaya Jadikan Pengelolaan Arsip Penopang Tata Kelola Perusahaan

Wakil Kepala BP BUMN Tinjau Gerai KDKMP, Produk LPG Pertamina Hadir Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Maybank Indonesia Luncurkan Fast Remittance, Transfer Valas Bisa 24 Jam

Sokoguru Policy Series: Wadah Kolaborasi untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Ketika yang Tumbuh Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah