Pemuda Tewas Diduga Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Anggota Polsek Tallo Diperiksa Propam

Posted on
banner 336x280

Sebanyak lima personel Polsek Tallo saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan menyusul penanganan tawuran maut di Jalan Kandea III, wilayah Bunga Ejaya Beru, Makassar. Penyelidikan internal ini resmi digelar usai tewasnya seorang remaja berusia 19 tahun, Rafli Ramadhani alias Pingky, yang diduga kuat terkena proyektil peluru di lokasi bentrok.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menegaskan langkah investigasi tersebut diambil guna memastikan secara mendalam apakah seluruh aparat yang terjun ke tempat kejadian perkara telah menaati standar operasional prosedur (SOP) kepolisian ketika berupaya melerai massa.

banner 468x60

"Saya sampaikan ini ada pak Kabid Humas Polda Sulsel, dan pak Kabid Propam juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota-anggotanya yang tadi diduga melakukan tindak tersebut," ungkap Arya saat memberikan keterangan di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, pada hari Minggu (27/9/2026).

Arya turut mengimbau seluruh lapisan publik agar dapat menahan diri dan bersabar menunggu rampungnya rangkaian klarifikasi ini. Menurut penjelasannya, kesimpulan investigasi menyeluruh nantinya yang akan membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin maupun prosedur teknis oleh para petugas di lapangan.

"Nanti dari hasil tersebut akan kita umumkan, apakah menyalahi SOP atau tidak. Namanya masih penyelidikan harap bersabar," tuturnya menambahkan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menerangkan bahwa proses klarifikasi dan audit operasional terhadap petugas jaga malam itu juga melibatkan unsur Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda). Penyelidikan ini difokuskan guna mengungkap siapa saja eksekutor di area tersebut, identitas pemegang senjata api, dan pemenuhan seluruh regulasi baku.

"Nanti dari hasil pemeriksaan (diketahui). Tapi, kita masih lakukan pemeriksaan semua, anggota tadi malam yang melaksanakan tugas masih dalam pemeriksaan semua," jelas Didik kepada awak media.

Fokus pembuktian kepolisian kini juga menyoroti mekanisme penembakan peringatan saat aksi tawuran pecah. Tim penyidik masih mengidentifikasi jumlah pasti anggota yang melepaskan tembakan ke udara, kepemilikan unit senjata dinas, hingga pencocokan tipe amunisi yang ditemukan di sekitar TKP.

"Berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti akan keluar hasil dari penyidikan, termasuk hasil Labfor akan kita tunggu," papar Didik lebih lanjut.

Didik kembali menggarisbawahi bahwa seluruh regulasi internal mengenai perizinan menenteng serta penggunaan senjata dinas saat mengurai bentrokan warga masih terus dikaji secara mendalam. Hingga saat ini institusi kepolisian belum dapat menarik simpulan akhir atas legalitas operasional para personel.

Korban Alami Luka Tembak di Punggung

Di tempat terpisah, Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muhammad Haris menyampaikan pihaknya telah menuntaskan tahap visum luar pada jasad Rafli dan telah mengantongi persetujuan pihak keluarga guna menggelar tindakan autopsi forensik organ dalam.

"Dapatkan di punggung belakang ada luka. Kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak, dari daerah punggung luar kiri keluar di lengan kanan," ucap Haris, dikutip dari Antara.

Rangkaian temuan ilmiah kedokteran forensik ini nantinya diposisikan sebagai alat bukti krusial dalam pemberkasan perkara demi menguak pemicu pasti yang merenggut nyawa korban muda tersebut.

Bentrokan Pecah Dini Hari

Pertikaian terbuka antara kelompok pemuda Kandea III dan Bunga Ejaya Beru dilaporkan mulai meletus di tepian kanal samping Masjid Al Markaz pada hari Minggu dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.50 WITA.

Merespons situasi darurat itu, satu regu berisi lima personel Polsek Tallo di bawah komando Ipda Azharirir bergegas tiba ke lokasi kejadian guna membubarkan kerumunan sekitar seratus massa yang saling melempar batu bata, melontarkan ketapel busur, serta melepaskan anak panah tajam.

Arya menerangkan petugas kepolisian di lapangan sempat mengeluarkan beberapa kali letusan tembakan peringatan demi memecah konsentrasi massa, namun kelompok yang bertikai justru membalas dengan menghujani barisan aparat menggunakan batu kali serta panah besi.

Kerusuhan akhirnya berhasil dikendalikan aparat. Namun, selang dua jam kemudian, persisnya sekitar jam 04.50 WITA, pihak berwajib menerima laporan mengejutkan mengenai adanya seorang pemuda lokal yang terkapar akibat luka tembakan.

Korban Rafli sempat dilarikan warga menuju fasilitas Rumah Sakit TNI AU Jala Ammari. Mendengar informasi tersebut, Kapolsek Tallo AKP Asfada langsung meluncur mengecek kondisi korban sebelum akhirnya mengawal proses rujukan medis lanjutan menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

Kendati demikian, seluruh ikhtiar medis tidak berhasil menolong korban hingga Rafli akhirnya dinyatakan mengembuskan napas terakhir oleh tim dokter.

Pihak kepolisian menegaskan pengusutan perkara ini terus berjalan komprehensif, mencakup uji balistik proyektil peluru, penetapan kepemilikan senjata, serta penilaian kepatuhan penindakan anggota berdasarkan SOP kedinasan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Raih Perunggu Asian Games 2026, 2 Atlet Sepeda Berharap Diterima Jadi Polisi

Transaksi Tembakau Sintetis di Jaksel Terungkap, 2 Pria Diringkus

Aset Bupati Gowa Rp 5,58 M Disita usai jadi Tersangka Pemerasan

banner 336x280