Pemerintah Kota Denpasar menyediakan dana senilai Rp1,9 miliar yang bersumber dari pos APBD 2026 guna merehabilitasi sebanyak 19 unit hunian masyarakat agar memenuhi standar layak huni, lengkap beserta sokongan program CSR serta perabot cuma-cuma.
DENPASAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar di Provinsi Bali telah menyalurkan anggaran mencapai Rp1,9 miliar melalui penetapan APBD induk Tahun Anggaran 2026 demi merealisasikan agenda renovasi 19 unit Rumah Layak Huni (RLH). Bantuan perumahan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara kepada warga penerima manfaat di empat wilayah kecamatan pada Sabtu lalu. Kegiatan penyerahan bantuan sosial ini merupakan rangkaian dari realisasi total 22 unit hunian layak bagi masyarakat setempat.
Jaya Negara menguraikan secara rinci bahwa tiap-tiap unit bangunan yang ditopang pembiayaan APBD memperoleh alokasi dana sebesar Rp100 juta. Besaran anggaran itu dialokasikan secara spesifik untuk tahapan perencanaan proyek sejumlah Rp5 juta, kegiatan pengawasan teknis senilai Rp5 juta, serta pengerjaan fisik konstruksi mencapai Rp90 juta. "Komponen pembiayaan per unitnya mencakup biaya perencanaan sebesar Rp5 juta, pengawasan Rp5 juta, dan fisik bangunan sebesar Rp90 juta," jelasnya.
Sinergi CSR Badan Usaha Milik Daerah
Di samping memanfaatkan sokongan kas daerah APBD, jajaran Pemkot Denpasar pun merangkul sejumlah badan usaha milik daerah guna memperkuat program bedah rumah lewat kontribusi tanggung jawab sosial lingkungan atau dana corporate social responsibility (CSR). Dalam skema kemitraan ini, ada tambahan sebanyak tiga unit rumah yang sukses didanai. Pihak Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma menanggung perbaikan dua unit hunian, sedangkan Perumda Bhukti Praja Sewakadarma atau PD Parkir membiayai satu unit tempat tinggal dengan nilai bantuan Rp50 juta.
Pelaksanaan program revitalisasi hunian warga ini sesungguhnya tidak sekadar bertujuan menyiapkan sarana tempat berteduh yang sehat, melainkan turut ditujukan guna mengerek derajat taraf perekonomian keluarga penerima bantuan. Pemkot Denpasar menetapkan agar setiap bangunan hasil bedah rumah sedikitnya mempunyai dua ruang kamar tidur terpisah. Langkah ini diharapkan dapat memberi nilai tambah, sehingga selain difungsikan sebagai kediaman keluarga, kamar lainnya dapat disewakan secara berkala demi mendatangkan pemasukan bulanan ekstra.
"Harapan kami, dengan kelengkapan fasilitas yang baik, satu kamar bisa digunakan sendiri dan satu kamar lainnya bisa dikontrakkan, agar dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga kurang mampu guna mempercepat peningkatan kesejahteraan mereka," tutur Jaya Negara.
Pemberian Furnitur Gratis bagi Warga Penerima
Guna menjamin kenyamanan penghuni, inisiatif ini dilengkapi pula dengan pemberian aneka perabot rumah tangga gratis lewat CSR Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma senilai Rp4,6 juta pada masing-masing tempat tinggal. Paket perabotan rumah yang dibagikan tersebut mencakup kasur berikut dipan penopang, lemari penyimpanan pakaian, hingga fasilitas perlengkapan memasak dapur yang terdiri atas kompor gas, selang regulator, dan tabung gas elpiji.
Wali Kota Jaya Negara turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada entitas perusahaan daerah yang senantiasa proaktif menyalurkan kepedulian. Pihaknya menegaskan komitmen bahwa intervensi penyediaan hunian ramah huni ini bakal konsisten digulirkan serta dievaluasi berkelanjutan agar daya jangkaunya makin optimal menyentuh masyarakat luas. "Program pemenuhan rumah layak huni ini dipastikan akan terus dilaksanakan, dievaluasi, dan ditingkatkan setiap tahunnya sebagai langkah konkret memotong rantai kemiskinan di wilayah Kota Denpasar," tegasnya kembali.
Salah seorang masyarakat penerima program renovasi, I Nyoman Mertha Yasa, menuturkan ungkapan rasa syukur mendalam atas tuntasnya pengerjaan tempat tinggalnya. Dia menyatakan kekaguman dan terima kasih atas perhatian nyata Pemkot Denpasar bersama jajaran korporasi daerah yang memfasilitasi keluarganya memiliki rumah yang jauh lebih sehat, nyaman, serta aman ditinggali. "Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar dan juga Perumda Kota Denpasar yang telah memberikan kesempatan dan bantuan ini. Astungkara hari ini rumah saya sudah selesai dibedah," ungkap Nyoman Mertha Yasa.
Materi berita ini disusun ulang dengan bantuan sistem kecerdasan buatan (AI).





