Pemerintah berencana meneruskan pelaksanaan Program Magang Nasional sampai tahun 2027 mendatang dengan mematok kuota sebanyak 150 ribu orang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa inisiatif ketenagakerjaan ini adalah kelanjutan dari agenda yang sudah bergulir sepanjang 2026 dan dipastikan berjalan lagi pada periode berikutnya.
"Yang pertama itu terkait dengan program magang yang di Kementerian Tenaga Kerja dilanjutkan untuk 150 ribu (peserta)," ucap Airlangga saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).
Pernyataan tersebut diutarakan Airlangga selepas mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu mengkaji skema bantuan pemerintah untuk kuartal IV 2026 serta instruksi prioritas program yang wajib dipertahankan untuk 2027.
Bukan cuma magang kerja, pemerintah juga berkomitmen mempertahankan agenda pelatihan vokasi pada tahun mendatang. Airlangga menuturkan bahwa pelatihan vokasi diproyeksikan menjangkau 300 ribu penerima manfaat.
"Kemudian program vokasi, itu dilanjutkan untuk 300 ribu orang," tutur Menko Perekonomian.
Pada pelaksanaan tahun 2026, antusiasme masyarakat terhadap Program Magang Nasional angkatan 2 batch I melampaui daya tampung resmi. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat total 732.483 pendaftar, namun usai rangkaian penelaahan berkas serta penyaringan, hanya 46.160 orang yang sukses dikukuhkan sebagai pemagang.
Dari keseluruhan peminat, 244.982 orang diputuskan lolos administrasi awal. Berikutnya, sebanyak 226.719 calon pemagang mendaftarkan diri pada lowongan yang disediakan, menghasilkan 547 ribu berkas lamaran atau berkisar 1,93 lamaran aktif untuk tiap pendaftar.
Ketika memasuki fase seleksi mitra penyedia, sekitar 225.920 pelamar bersaing langsung. Hasilnya, 48.088 kandidat disetujui pihak penyelenggara, lalu 46.402 nama direkomendasikan secara resmi.
Melalui proses verifikasi akhir dan rapat pleno, Kemnaker akhirnya menetapkan 46.160 pemagang terpilih Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch I 2026. Sementara 242 pelamar gugur karena gagal melengkapi syarat di fase akhir.
Sepanjang masa penugasan, peserta memperoleh bayaran setara upah minimum kabupaten/kota (UMK) setempat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sempat memberi ilustrasi bahwa peserta magang di Jakarta berhak mengantongi uang saku sekitar Rp5,5 juta sampai Rp5,7 juta tiap bulan.
Inisiatif ini terbukti efektif menghubungkan tenaga kerja muda langsung ke dunia industri profesional.
Teddy menguraikan data bahwa sekitar 30 persen sampai 40 persen dari 100 ribu alumni angkatan perdana sukses diserap menjadi staf permanen di perusahaan magang maupun korporasi lainnya.
