Peluang MRT Jakarta Menembus Tangerang Selatan Tergantung Proyek Jalur Timur-Barat

Posted on
banner 336x280

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa rencana perluasan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta menuju wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) sangat ditentukan oleh kesuksesan pengerjaan proyek MRT koridor timur-barat yang kini tengah digarap.

Ia menuturkan, kolaborasi antara pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta guna merealisasikan rute timur-barat sudah resmi berjalan. Berbagai langkah awal, mulai dari pembebasan bidang tanah hingga pembentukan tim khusus, kini tengah berlangsung.

banner 468x60

"Jadi sekarang ini pada fase pertama kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk MRT barat-timur itu sudah dimulai. Pembebasan lahan sudah dimulai, timnya sudah dibentuk," ungkap Pramono saat berada di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10/2026).

Pramono memaparkan bahwa keberhasilan setiap proses pengerjaan konstruksi, termasuk penyelesaian fasilitas depo di kawasan Rorotan, memegang peran yang sangat krusial dalam memperluas cakupan layanan angkutan massal tersebut.

"Kalau fase pertama kedua ini berjalan lancar termasuk nanti untuk depo yang ada di Rorotan berjalan lancar, maka kemungkinan untuk MRT timur-barat sampai dengan Tangerang, bahkan ada keinginan sampai dengan Tangerang Selatan, Insyaallah akan bisa diwujudkan," ucap dia.

Menurutnya, ekspansi jaringan transportasi publik ke kota-kota satelit di sekitar ibu kota memiliki prospek yang amat menjanjikan. Pramono berharap penataan serta pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi mampu meningkatkan efektivitas mobilitas warga Jakarta dan daerah sekelilingnya.

"Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan dengan pengaturan yang lebih baik ini transportasi di Jakarta menjadi lebih baik," terang Pramono menambahkan penjelasannya.

Rencana Studi Jalur MRT Menuju Tangsel Dimatangkan

Pada kesempatan terpisah, pihak PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta (Perseroda) memang sedang mendalami rencana perpanjangan jaringan rute kereta cepat perkotaan tersebut ke kawasan Tangerang Selatan.

Pengerjaan megaproyek perluasan lintas wilayah ini rencananya dirancang tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan memaksimalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, menegaskan pihaknya terus mengupayakan studi kelayakan awal dan penjajakan pasar, seraya merumuskan pendanaan mandiri yang tidak membebani APBD.

"Kalau yang ke Tangsel, kita juga terus melakukan upaya untuk memulai. Kami ingin mengembangkan jalur dengan pembiayaan tanpa melibatkan dana pemerintah, atau paling tidak dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha)," jelas Farchad secara tertulis.

Farchad menambahkan, pembangunan transportasi umum melintasi tapal batas provinsi menuntut kajian mendalam yang melampaui aspek teknis semata, mencakup kesiapan fiskal daerah, regulasi, hingga karakter sosiologis masyarakat setempat.

"Kita masuk ke area provinsi lain. Kapasitas fiskalnya berbeda, karakter sosialnya juga berbeda. Ini yang sedang kita jajaki dalam waktu dekat," tuturnya.

Simak beragam informasi terkini dan tepercaya lainnya dalam rangkuman berita pilihan berikut ini:

MRT Jakarta Siapkan TOD Kawasan Kota Jadi ‘Next Manggarai'

MRT Tawarkan Singapura Kembangkan TOD Blok M, Kota hingga Lebak Bulus

MRT Jakarta Bidik Penumpang Tak Cuma Naik Kereta

Blok M Bakal Berubah, MRT Jakarta Siapkan Konsep Baru

MRT Jakarta Siapkan Mal Bawah Tanah di Bundaran HI

Mengenal Extended Concourse MRT, Ruang Bawah Tanah di Dasar Bundaran HI

Menyusuri Lorong Bawah Tanah MRT Jakarta

Mengapa Pedestrian Deck Dukuh Atas Dibuat Melingkar? Ini Penjelasan MRT

Pedestrian Deck Dukuh Atas, Upaya MRT Jakarta Satukan Enam Transportasi

banner 336x280