Pasokan Beras di Sejumlah Wilayah Masih Tersendat, Pemerintah Daerah Lakukan Penelusuran

Posted on
banner 336x280

Kondisi keterbatasan pasokan beras berlangsung dengan karakteristik yang beragam di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa kelangkaan komoditas pangan pokok untuk varian khusus sampai saat ini masih dihadapi masyarakat di area Kota Bandung. Dia mengabarkan bahwa pihak Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang berupaya menjalankan penertiban demi mengatasi persoalan tersebut.

"Kemarin-kemarin beras itu masalahnya adalah secara keseluruhan tanpa melihat jenis beras itu cukup sebetulnya secara kuantitatif. Tapi kalau dibagi-bagi beras berdasarkan jenis beras, maka ada beras kelas menengah yang menghilang dari pasar," ungkap Farhan, Senin (5/10/2026).

Dirinya menjelaskan jika Kementan tengah menggencarkan penertiban guna membenahi persoalan pangan itu. Pemerintah daerah setempat saat ini masih menanti hasil penertiban tersebut. "Itu sebabnya ada penertiban dari Kementerian Pertanian. Kita sedang menunggu hasil penertiban ini," tutur dia.

Pemerintah kota pun akan mendorong segenap penyalur demi mengembalikan ketersediaan beras kelas menengah. Sedangkan stok komoditas program SPHP produksi Perum Bulog tetap melimpah. "Kalau untuk SPHP dari Bulog banyak. Kemudian beras super itu juga mencukupi. Nah, kelas menengah ini yang permintaannya paling tinggi memang," ujar dirinya.

Saat menghadapi kelangkaan beras segmen khusus itu, Farhan menyebut otoritasnya tidak berwenang melakukan intervensi langsung karena alur distribusi sepenuhnya bergantung mekanisme pasar. Pihaknya pun enggan menimpakan kesalahan kepada pedagang besar. "Kan semua juga kalau lagi kita ngomongin distribusi mah saling menyalahkan, dan itunya mahal, dan itunya susah, dan ininya aduh gitulah," tambah Farhan.

Disdagkoperind Kota Cimahi Menyelidiki Pemicu Beras Langka

Sementara itu di Cimahi, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi menyebutkan ketersediaan beras kemasan premium pada toko ritel modern wilayahnya mulai menyusut. Fakta penurunan pasokan ini didapati setelah dinas terkait melakukan pemantauan lapangan langsung.

"Betul beras premium ada penurunan pasokan. Kita barusan dari dua ritel modern memang sedang turun pasokan," papar Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperind Kota Cimahi, Indra Bagjana ketika dihubungi wartawan, Senin.

Kendati demikian, pihak kedinasan belum dapat menyimpulkan latar belakang terhambatnya arus pasokan komoditas premium kemasan tersebut ke sektor ritel modern Cimahi. Pasalnya mengacu keterangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indra menuturkan ketersediaan beras premium skala menyeluruh berada pada kondisi sangat aman.

"Ini yang sedang kita telusuri penyebabnya. Memang sementara kalau data nasional seharusnya cukup," jelas Indra menerangkan situasi.

Sebaliknya guna persediaan komoditas beras curah tanpa kemasan khusus yang didistribusikan para pedagang eceran pasar tradisional, dirinya menjamin ketersediaannya melimpah. "Kalau di pasar rakyat aman yang premium. Kan kalau mereka itu belinya curah, tanpa kemasan. Misalnya belanjanya 100 kilogram, nanti dijual lagi," ucap Indra.

Selain itu peredaran beras tipe medium baik di pertokoan modern serta pasar rakyat dipastikan aman melimpah. Terlebih Bapanas saat ini telah mendistribusikan serta memperbanyak alokasi hantaran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).

Pihaknya, imbuh Indra, pada periode bulan ini berencana mengalirkan kembali distribusi program bantuan SiBesti yaitu Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi. Inisiatif sosial tersebut difungsikan untuk menstabilkan harga bahan pokok dan menopang warga ekonomi lemah. "Kita akan antisipasi akhir bulan ada SiBesti. Dari Bapanas juga SPHP dibuka lagi dan ditambah kuotanya," pungkas Indra.

Kelangkaan Beras Masih Terjadi di Sejumlah Daerah, Bapanas Jamin Stabilitas

Perawatan Rampung, Akhirnya 7 Trainset KRL iE305 Kembali Layani Bogor Line

OJK: IHSG Mulai Bangkit dari Titik Terendah

Menkeu Suahasil: Kemenko Hilirisasi Pakai Anggaran Kementerian ESDM

GMF Garap Bisnis MRO di Oman