Pasar Motor Listrik Anjlok di 2026, Aismoli Soroti Masalah Ketidakpastian Subsidi

Posted on
banner 336x280

Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan kendaraan roda dua bertenaga listrik di tanah air kembali mengalami tekanan sepanjang tahun 2026. Kalangan industri menilai bahwa ketidakjelasan pencairan insentif pemerintah menjadi pemicu utama masyarakat menunda transaksi.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi mengungkapkan tren penjualan motor listrik sejatinya sempat melesat saat program bantuan dana digulirkan pemerintah pada periode 2023 hingga 2024.

banner 468x60

"Di tahun 2023, karena mungkin masih awal, kita hanya bisa menjual sekitar angka hanya sekitar 15.000. Namun di tahun 2024 kita bisa menjual sekitar 77.000. Dan di tahun 2025, walaupun tidak ada subsidi, kita juga mampu menjual sampai dengan angka 70.000," ungkap Budi saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Senin (21/9/26).

Akan tetapi, situasi berbalik tajam memasuki 2026. Sampai bulan Agustus, total penjualan motor listrik baru menyentuh kisaran 18.900 unit. Hambatan terbesar bersumber dari sikap pemerintah yang belum memberikan kepastian perihal kelanjutan subsidi. Alhasil, calon pembeli memilih bersikap pasif demi menanti potongan harga dari negara.

"Kenapa demikian? Karena menyangkut masalah kebijakan pemerintah yang kadang ada, kadang tidak ada. Ini cukup mengganggu dari industri, karena memang masyarakat juga banyak yang menunggu kapan untuk subsidi akan diberikan," tutur Budi memaparkan.

Pihak regulator sebenarnya telah mewacanakan pemberian subsidi untuk tahun 2026. Bahkan eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyatakan nominal insentif berkisar di angka Rp3 juta. Kendati demikian, sampai menjelang akhir September realisasinya belum terwujud.

"Di awal tahun 2026 ini pemerintah sudah menyampaikan bahwa ada rencana subsidi. Kemudian secara terus ada berikutnya penyampaian kembali dan sampai dengan sekarang kemarin terakhir yang disampaikan oleh Pak Menteri Keuangan Pak Purbaya sebelum beliau selesai, menyampaikan akan diberikan subsidi sekitar 3 juta. Namun sampai dengan bulan September ini juga belum ada kabarnya," tegas Budi.

Keadaan mengambang ini membuat pelaku usaha kesusahan mendongkrak capaian niaga. Terlebih sisa bulan di 2026 kian menipis, sehingga kesempatan mengejar target tahunan makin sempit.

"Sangat juga menghambat menyangkut masalah penjualan sepeda motor listrik yang ada di Indonesia sekarang ini," imbuhnya.

Saat ini, sektor industri tengah mendiskusikan mekanisme insentif 2027 dengan kementerian terkait. Budi menaruh harapan ketentuan tersebut sudah efektif sedari awal tahun agar dinamika pasar terbebas dari keraguan.

"Kami saat sekarang ini juga sedang intens dengan Kementerian ESDM menyangkut masalah rencana dan juga skema subsidi tahun 2027," tutup Budi.

banner 336x280