Pakar IABI Paparkan Peluang Asap Karhutla Kalimantan Tembus Jakarta Kala Musim Angin Timuran

Posted on
banner 336x280

Pakar dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono memaparkan analisis meteorologis terkait asap karhutla asal Kalimantan yang berpeluang sampai ke Jakarta. Pola pergerakan polutan tersebut sangat ditentukan oleh fluktuasi pergerakan angin serta dinamika pada lapisan atmosfer.

Daryono mengungkapkan kepulan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari luar daerah, terkhusus Pulau Kalimantan, secara kajian meteorologi berpeluang melintasi atmosfer hingga DKI Jakarta. Peluang mobilitas asap lintas batas ini mengemuka saat berlangsungnya sirkulasi musim angin timuran di tanah air.

"Bagaimana asap karhutla bisa sampai Jakarta? Secara meteorologis pergerakan tersebut tetap mungkin terjadi, namun peluang serta jalur penyebarannya harus dibuktikan secara valid menggunakan data angin aktual," ujar Daryono saat menyampaikan keterangan resmi di Jakarta pada Jumat malam.

Daryono membeberkan angin timuran merupakan sirkulasi atmosfer dominan saat periode kemarau di Indonesia. Walau demikian, laju dan arah angin bergerak dinamis mengikuti ketinggian, lokasi, waktu, serta kondisi cuaca, sehingga sirkulasi udara di Kalimantan tidak selalu identik dengan atmosfer di Laut Jawa maupun Jakarta.

Di sisi lain, partikel mikro PM2.5 sisa pembakaran hutan dapat terangkat fenomena konveksi serta turbulensi udara hingga mencapai ketinggian ratusan bahkan ribuan meter. Pada lapisan langit tinggi tersebut, pola aliran angin kerap berbeda dari permukaan tanah, mengarahkan asap lewat koridor atmosfer tertentu yang berlainan dari tiupan bawah.

Fluktuasi Dinamika Atmosfer Menentukan Distribusi Asap

Daryono menguraikan kemunculan gangguan cuaca, pusat tekanan rendah, perputaran siklonik, maupun masa peralihan monsun mampu memicu perubahan arah angin periodik. Anomali cuaca tersebut berpeluang membawa materi polutan menempuh rute ratusan kilometer bila terbentuk aliran udara menuju Laut Jawa dan wilayah Jakarta.

Kala menempuh rute jarak jauh, gumpalan asap bakal mengalami percampuran, pengenceran, reaksi kimiawi, sampai proses pengendapan alami. Derajat imbasnya di langit Jakarta akan sangat dipengaruhi volume emisi, stabilitas atmosfer, kecepatan hembusan angin, serta curah hujan setempat.

Mengenai identifikasi asal polutan, Daryono menyebut partikel PM2.5 akibat karhutla dan emisi knalpot transportasi sebenarnya dapat dipetakan melalui uji laboratorium saintifik. Kendati demikian, instrumen monitor PM2.5 umum tidak mampu mendeteksi sumber partikel seketika jika polutan sudah berbaur bersama limbah udara perkotaan.

"Saya tidak pernah menyatakan asap karhutla sudah sampai Jakarta, saya malah minta cek ini. Jika benar alat kualitas udara di Jakarta mendeteksi PM2.5 dari asap karhutla, maka tulisan saya (di atas) bisa menjadi dasar sains mengapa asap karhutla bisa sampai Jakarta. Saya sendiri belum tahu apakah asap itu sudah sampai Jakarta apa belum," ucap Daryono menegaskan posisinya.

Kondisi Atmosfer Ibu Kota Mengalami Penurunan Mutu

Kondisi langit di ibu kota belakangan ini kerap tertutup lapisan kabut tipis, khususnya pada waktu malam di atas jam 20.00 WIB. Tak sedikit warga mulai mengeluhkan aroma sangit serta partikel mirip kabut jelaga.

Berdasar data pemantauan laman IQAir pada hari Jumat, angka Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta mencapai 186 pada pagi hari, berada di kategori tidak sehat. Pada jam tersebut, kepekatan PM2.5 terukur menyentuh level 107 mikrogram per meter kubik.

Tepat pukul 12.00 WIB, indeks tercatat pada skor 169 dengan kadar PM2.5 bertengger di 81 mikrogram per meter kubik. Nilai tersebut 16,2 kali melampaui standar baku WHO, sehingga penduduk diimbau menggunakan masker pelindung kala beraktivitas di ruang terbuka.

Mendekati tengah malam, catatan stasiun sensor IQAir menunjukkan kisaran mutu udara moderat hingga tidak sehat bagi kelompok rentan, dengan capaian rata-rata AQI 110 sampai 140+. Wilayah Jakarta Barat serta Jakarta Selatan mencatatkan tingkat pencemaran lebih pekat jika dibanding kawasan Pusat maupun Utara.

Meski begitu, verifikasi resmi tetap diperlukan dari otoritas berkompeten seperti BMKG, BNPB, dan Kementerian Lingkungan Hidup guna memastikan keterkaitan polusi Jakarta dengan kabut asap karhutla.

Artikel ini diproses menggunakan asistensi teknologi AI.

Uji DNA Deteksi Risiko Gangguan Medis Sejak Awal, Cegah Penyakit Lebih Cepat

MPR: Dukungan Negara Tetangga Percepat Penuntasan Karhutla Nasional

IABI Paparkan Potensi Asap Karhutla Kalimantan Mengarah ke Wilayah Jakarta

Bapenda Sumut Genjot Razia Sadar Pajak, Bidik Peningkatan Ketaatan Pemilik Kendaraan

DPD RI Bersama Pemprov Kepri Dorong Pembentukan Perda Bencana Khusus Wilayah Kepulauan