Pakar Geotermal Undip Tinjau Potensi Energi Panas Bumi Gunung Ungaran bagi Keberlanjutan

Posted on
banner 336x280

Aktivitas riset komprehensif serta studi mendalam menjadi fondasi utama dalam mengukur kapabilitas energi geotermal di kawasan Gunung Ungaran.

Guru Besar Fisika Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (Undip), Prof Agus Setyawan, memaparkan bahwa pemanfaatan potensi panas bumi Gunung Ungaran mampu mendorong penurunan emisi pada industri listrik nasional seraya mengoptimalkan aplikasi daya rendah karbon.

banner 468x60

“Pada prinsipnya, rancangan pembangunan unit pembangkit geotermal melepaskan emisi gas rumah kaca layaknya CO2, SOx, NOx, serta partikel polutan dalam jumlah teramat minim bila disandingkan dengan pembangkit berbahan bakar fosil,” tutur Agus, Rabu (16/9/2026).

Agus, pakar akademis disiplin fisika dengan fokus geofisika dan geotermal, menegaskan bahwa energi ini mengekstrak panas perut bumi guna memproduksi tenaga listrik. “Karakteristik reservoar panas beserta penerapan teknologi operasional memegang peranan krusial dalam mengukur efisiensi kerja pembangkit sekaligus volume emisinya,” ucapnya.

Menurut Agus, energi geotermal menyajikan kesempatan nyata guna memperkuat peralihan menuju pasokan daya ramah lingkungan. “Opsi energi bersih ini juga berperan penting meningkatkan diversifikasi portofolio listrik domestik, mencegah ketergantungan pasokan daya cuma pada fasilitas pembangkit konvensional tertentu,” terangnya.

Agus memaparkan cairan geotermal yang terangkat dari dalam reservoar kerap mengandung gas alamiah seperti hidrogen sulfida (H2S) dan karbon dioksida (CO2). “Kendati demikian, konsentrasi emisi yang terlepas dapat bervariasi luas, bergantung pada komposisi kimia fluida serta perangkat teknologi turbin yang dioperasikan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dirinya menambahkan, tata kelola sumber daya terpadu merupakan pilar sentral keberhasilan proyek geotermal. “Contoh utamanya terwujud melalui manajemen fluida termal sisa sirkulasi proses produksi listrik.

“Cairan yang selesai dimanfaatkan wajib dipompakan kembali menuju reservoar bawah tanah lewat mekanisme reinjeksi, sehingga mampu menekan potensi pembuangan limbah beracun yang mengancam keseimbangan ekologi,” pungkas Agus.

banner 336x280