Jakarta, CNBC Indonesia – Menyambut momen Hari Pangan Nasional, CNBC Indonesia menggelar Special Program World Food Day berkonsep “Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Indonesia” guna membedah berbagai terobosan penting menuju kemandirian pangan nasional.
Pada agenda tersebut, Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi, Amin Nur, menegaskan komitmen Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan dalam menciptakan varietas bibit padi unggul. Terobosan ini ditujukan menyelesaikan kendala para petani terkait kondisi tanah, iklim, serta pasokan air demi mendongkrak produktivitas secara efektif sekaligus efisien.
Terobosan benih racikan BRMP yang diintegrasikan lewat skema budidaya PM-AAS (Pertanian Modern-Advanced Agricultural System) terbukti mempercepat masa panen dan memangkas pengeluaran. Uji coba BRMP memperlihatkan ongkos operasional yang awalnya Rp 3 juta per hektare berhasil ditekan drastis menjadi Rp 600 ribu per hektare.
Di sisi lain, Deputi II Kemenko Pangan, Widiastuti, menegaskan komitmen penuh pemerintah guna mempercepat hilirisasi sektor pangan. Langkah penguatan nilai ekonomi komoditas lokal tersebut diwujudkan dengan memacu investasi strategis yang berakar pada keunggulan kawasan serta kawasan sentra pangan.
Guna menuntaskan kendala jalur logistik yang panjang antara produsen dan konsumen, Rumah Tani menjalin kolaborasi strategis bersama Pos Indonesia lewat dua agenda utama: mendirikan 2.000 unit outlet Agri Pos di berbagai penjuru negeri serta menyediakan 500 fasilitas gudang berpendingin (cool storage) untuk menampung sekaligus menyalurkan komoditas tani.
Ikuti ulasan lengkap wawancara Shania Alatas bersama Deputi II Kemenko Pangan Widiastuti, Direktur Utama Rumah Tani Bahtiar, dan Kepala BRMP Tanaman Padi Amin Nur pada World Food Day, CNBC Indonesia (Jumat, 30/10/2026).








