Misteri Jenazah Pemuda Terbungkus di Kos Kebon Jeruk, Polisi Mintai Keterangan Empat Saksi

Posted on
banner 336x280

Penyelidikan atas misteri meninggalnya Fajri (24) di dalam kamar indekos kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sampai saat ini masih terus bergulir.

Ketika kali pertama didapati, jasad pemuda tersebut berada dalam kondisi terselubung rapat. Petugas kepolisian setempat juga mengamankan tiga botol berlabel merek khusus dari area kamar tempat korban ditemukan.

banner 468x60

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menyampaikan bahwa hasil observasi awal dari tim identifikasi tidak mendapati adanya bekas penganiayaan pada jasad korban.

“Penyebab meninggal belum diketahui,” ungkap Nasriadi melalui pernyataan resminya pada hari Minggu (11/10/2026).

Guna mendalami insiden maut tersebut, aparat memanggil dan meminta kesaksian dari empat orang. Para saksi terdiri atas HM sang kurir pengantar makanan, N pengurus indekos, M sosok yang membantu mendobrak akses masuk, dan MC selaku pengelola kos.

Korban diketahui meninggal dunia di indekosnya yang berlokasi di Jalan Salam IV Nomor 27, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, kira-kira pukul 10.00 WIB.

Peristiwa ini bermula saat kakak kandung korban, Fani, merasa gelisah lantaran sang adik mendadak tak dapat dikontak. Fani lantas berinisiatif memesan hidangan lewat aplikasi ojek online sekaligus meminta pengemudinya, yakni HM, untuk menengok kondisi adiknya secara langsung.

Nasriadi menjelaskan bahwa Fajri sebelumnya sempat mengaku kurang enak badan. Akan tetapi, pada hari penemuan tersebut, dirinya sama sekali tidak merespons panggilan telepon.

“Karena beberapa hari sebelumnya korban masih dapat dihubungi, dan mengeluh sakit, namun hari ini tidak bisa dihubungi, sehingga Fani khawatir dan ingin mengecek keadaan serta keberadaan korban, sambil mengirim makanan melalui layanan Gojek,” jelasnya.

Sesampainya di tempat kejadian, HM segera mengontak Fani via panggilan video guna memvalidasi lokasi kamar. HM kemudian memohon pertolongan N, penjaga indekos, agar mendampinginya ke lantai atas.

Keduanya berupaya mengetuk pintu kamar kos itu, namun hening tanpa respons. Pintu kamar pun gagal diakses memakai kunci serep lantaran kunci bagian dalam masih menempel pada lubang pintu. Setelah mengantongi izin dari Fani dan pihak penjaga kos, pintu terpaksa didobrak dengan pertolongan M.

Begitu daun pintu terbuka, para saksi melihat Fajri telah terbujur kaku dengan posisi telentang dan tubuhnya terbalut kain gelap yang mirip kantong tidur.

Pihak kepolisian juga menginventarisasi tiga wadah botol dari dalam ruangan korban, yakni botol berlabel Chlorofrm Lem Aclyric, Super Rush, serta Vanessa Co.

Kendati demikian, aparat penegak hukum belum dapat merinci kandungan cairan dalam botol-botol itu atau hubungannya dengan meninggalnya pemuda tersebut.

“Korban dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Nasriadi.

Simak terus informasi terhangat dan tepercaya lainnya di laman berita kami.

Cairan Pemadam Asal Brasil Diuji Coba pada Lahan Gambut Sumsel

Prabowo Menyambut Penambahan Kuota Beasiswa Mahasiswa Indonesia dari Mesir

Presiden Prabowo dan El-Sisi Serukan Redanya Ketegangan Timur Tengah

Ketentuan Ijazah Pendidikan Capres dan Cawapres Kembali Digugat di MK

Pemimpin Indonesia dan Mesir Sepakat Kawal Kestabilan Perdamaian Gaza

PBNU Beri Apresiasi Langkah Kapolri Suyudi Perangi Sindikat Narkotika

Akses Jalur Pendakian Gunung Papandayan Resmi Beroperasi Kembali

Dalam Lawatan ke Mesir, Prabowo Garisbawahi Kerja Sama Hak Air Bersih

Momen Keakraban Prabowo Jamu Presiden Mesir Selayaknya di Rumah Sendiri

banner 336x280