Pemerintah Bangladesh terus meningkatkan kesiapan sektor medis demi mengatasi lonjakan demam berdarah dengue. Sampai tanggal 6 Oktober, sebanyak 281 korban meninggal dunia tercatat dengan persentase fatalitas sebesar 0,31 persen, torehan paling minim sepanjang tiga tahun ke belakang.
Sejumlah pasien anak yang tertular DBD tengah dirawat secara intensif di Mugda Medical College and Hospital, Dhaka, Bangladesh, pada Rabu (7/10/2026). Otoritas kesehatan Bangladesh memperkuat sarana penanganan di berbagai penjuru negeri guna merespons lonjakan kasus, seperti menyuplai ranjang rawat inap, menyalurkan perlengkapan diagnostik, obat, cairan infus, serta meluaskan jangkauan terapi medis hingga daerah upazila.
Mengutip warta BSS News, sampai hari Selasa (6/10/2026), rasio fatalitas penderita DBD bertengger pada level 0,31 persen dengan total 281 kasus kematian. Catatan ini tercatat paling rendah dalam periode tiga tahun, jika dikomparasikan dengan 0,53 persen dan 1.705 kematian tahun 2023, 0,49 persen beserta 482 jiwa melayang tahun 2024, serta 0,34 persen dari 323 korban jiwa pada 2025. Periode serupa tahun sebelumnya mendokumentasikan mortalitas sebesar 0,42 persen.
Banyak pusat medis memperluas daya tampung lewat pengoperasian bangsal isolasi DBD terpadu. Rumah Sakit Mugda Medical College memperluas fasilitas ranjang DBD menjadi 200 unit dari semula hanya 60. Di tempat lain, Dhaka Medical College Hospital menangani 231 penderita pada tiga ruangan khusus sekaligus menambah kasur sesuai lonjakan pasien.
Pada Kurmitola Multicare Specialized Hospital, fasilitas rawat bertambah 100 ranjang sehingga mencapai total sekitar 200 unit khusus pasien demam berdarah, di luar alokasi 50 tempat tidur darurat IGD. Sementara di Khulna yang menghadapi angka jangkitan tinggi, sembilan gerai kesehatan cuma-cuma dan pemeriksaan skrining DBD gratis telah diaktifkan di berbagai fasilitas kesehatan setempat.
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan setempat memastikan stok logistik diagnostik, suplai obat, serta cairan infus berada dalam kondisi aman. Negara ini turut memperoleh pasokan 500.000 kit tes kilat dengue NS1 dari pihak Amerika Serikat lewat skema STRIDES, di samping menyelenggarakan pelatihan bagi 1.600 tenaga medis sesuai panduan klinis 2025 guna menjamin akurasi tindakan serta menekan mortalitas.








